BANYUWANGI – Ada kekhawatiran tersendiri saat mengunjungi tempat atau pusat keramaian. Banyaknya lalu lalang orang berpotensi membuat proses perpindahan kuman dari orang satu ke orang lainnya semakin mudah. Saat kondisi seperti ini, menjaga kebersihan diri menjadi solusinya yakni dengan tidak lupa mencuci tangan.

Hanya saja beberapa tempat terkadang tidak disertai fasilitas cuci tangan yang memadai. Padahal fasilitas ini penting sebagai usaha preventif perlindungan diri dari serangan kuman dan penyakit tertentu. ”Kalau tidak ada air bisa pakai hand sanitizer,” saran perawat Inti Bawono NERs.

Namun, pencuci tangan instan ini tidak seluruhnya bisa mengganti peran air dan sabun. Kandungan alkohol yang ada di hand sanitizer ini memang bisa berfungsi layaknya antiseptik. Hanya saja, penggunaannya bisa dilakukan saat tangan tidak terlalu kotor.

Dalam kondisi tangan sangat kotor, menggunakan sabun dan air selama 30 detik menjadi hal yang utama. Hand sanitizer ini bisa dipakai sebelum mempersiapkan makanan atau sebelum makan, membersihkan luka, atau baru pulang dari rumah sakit. ”Bisa juga setelah dari toilet atau bersin, batuk, dan lainnya,” imbuhnya.

Yang perlu diwaspadai, dari penggunaan hand sanitizer ini mungkin ada beberapa efek yang bisa dirasakan beberapa orang. Di antaranya iritasi kulit dan rasa panas pada tangan. Karena itu, tetap utamakan mencuci tangan dengan air dan sabun saat tangan benar-benar kotor.

Source link