Korban I Nyoman Suarda, 52, menuturkan bahwa peristiwa itu diketahuinya sekitar pukul 05.00 wita, dimana ketika itu ia baru sampai digudang miliknya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Gudang ini lah yang difungsikan olehnya untuk meletakkan sejumlah ayam peliharaannya.

Namun korban sangat terkejut ketika melihat seekor anjing yang diikat didepan gudang sudah dalam posisi tergeletak. “Setelah saya cek ternyata anjing saya yang diikat itu sudah mati,” ujarnya.

Ia semakin terkejut ketika melihat pintu gudang yang terbuat dari besi terbuka. Dimana pelaku mengambil kunci yang biasa ia letakkan ditempat tersembunyi. Gembok pintu gudang pun dibuang begitu saja dilantai. Dan setelah dicek, enam ekor ayam peliharaannya yang diletakkan didalam sangkar bambu raib. Tak hanya itu saja, seekor anjing jenis rootwoiler yang ada didalam gudang juga sudah dalam keadaan mati akibat diracun. Sangkar ayam yang dicuri pun ditinggalkan pelaku di lahan yang ada disebelah gudang. Sedangkan ternak korban lainnya seperi bebek dan babi tidak ada yang dicuri. “Sebenarnya ada 9 ekor ayam didalam gudang, tetapi yang dicuri 6 ekor. Tiga yang masih kecil-kecil tidak diambil. Saya juga heran, darimana pelaku tahu tempat saya menaruh kunci,” lanjutnya.

Ia menyebutkan, ayam petarung yang dicuri adalah jenis sweter berumur enam bulan sebanyak dua ekor, dan jenis peru berumur 3,5 bulan sebanyak empat ekor. Untuk ayam jenis sweter sendiri harganya mencapai Rp 500.000 per ekor dan ayam jenis peru harganya sekitar Rp 300.000 per ekor. “Jadi kerugiannya sekitar Rp 2,5 juta, karena dua ekor anjing saya juga diracun,’ imbuhnya.

Padahal kata dia, setiap hari ia beraktifitas di gudang tersebut, bahkan ia sering kali tidur di gudang tersebut pada malam harinya, namun pada malam sebelum peristiwa itu terjadi ia memang memilih tidur dirumahnya. “Malam itu saya pulang dari gudang jam 22.00, mungkin kejadiannya dini hari,” sambungnya 

Kejadian itu pun selanjutnya dilaporkan kepada pecalang setempat yang kemudian dilaporkan kepada Kelian Dinas dan diteruskan ke Polsek Pupuan. “Peristiwa ini sudah ditangani polisi, semoga pelakunya cepat tertangkap dan tidak lagi terjadi pada saya dan masyatakat lainnya,” tandasnya. 

Sementara itu Kapolsek Pupuan, AKP IB Mahendra membenarkan perihal peristiwa tersebut. Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut. “Kita masih lakukan penyelidikan guna mengungkap kasua tersebut,” tegasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

Source link