Tidak hanya wisata alam dan wisata religi saja, kini wisata buatan juga kian jadi buruan para pelancong.

Salah satu wisata buatan di Kabupaten Sumenep yang ramai dikunjungi yaitu Danau Kirmata yang merupakan bendungan, waduk, dan danau yang ada di Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Lokasinya sekitar tujuh kilometer dari utara Kota Sumenep.

Menyambut Visit Sumenep 2018, danau seluas 2500 kilometer persegi ini, bersolek kembali  agar selalu diminati wisatawan.

Dalam proses pembenahannya, karang taruna setempat membantu mengelola dan mengembangkan setiap potensi yang ada di wilayah danau tersebut, karang taruna bersama pihak desa juga mengadakan lomba sepeda papan di atas air pada bulan Februari lalu sebagai ajang memperkenalkan potensi wisata danau Kirmata.

 Perlombaan dihadiri langsung Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Ia berharap wisata tersebut masuk bagian dalam Visit Sumenep 2018.

“Potensi kolam Kirmata ini layak untuk dikembangakan menjadi tempat wisata dan bisa menjadi bagian dari Visit Sumenep 2018,” jelas Fauzi yang meminta pihak desa dapat mengelola potensi Danau Kirmata dengan optimal dan masuk dalam BUMDes.

Untuk dapat menikmati pemandangan yang disuguhkan di sekitar wilayah Danau Kirmata, pengunjung cukup membayar uang jasa parkir. Namun apabila ingin mencoba wahana permainan, pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000 untuk semua jenis wahana permainan dengan durasi 15 menit untuk satu jenis permainan.

 “Pengunjung juga dapat berfoto ria di rumah kayu hanya dengan membayar Rp. 2.000. Pengunjung dapat pula menikmati pemandangan sekitar Kirmata yang sangat indah dipenuhi dengan hamparan sawah di sebelah utara Kirmata,” Jelas Ketua Karang Taruna Rajawali Saronggi, Syaiful Bahri.

Menurut Syaiful, Danau Kirmata sudah terbentuk sejak zaman Kolonial Belanda. Kirmata dibuat indah dengan ditunjang berbagai fasilitas yang ada. Hingga kini bisa dipergunakan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep untuk fasilitas ketersediaan air bersih melalui PDAM setempat.

Pada akhir bulan Februari lalu, Kirmata kembali dibenahi. “Kirmata menjadi danau buatan lalu dibuatkan bendungan untuk sistem irigasi bagi masyarakat sekitar melalui sawah-sawah yang ada di sekitar,” tambah Syaiful.

(rb/tir/yog/mus/JPR)

Source link