Acara sosialisasi dimulai sekitar pukul 10.00. Total ada 75 orang yang mengikuti sosialisasi. Selain masyarakat setempat, acara juga dihadiri perangkat Desa Kepel, perangkat Desa Ngetos dan sejumlah undangan lainnya. “Berkaca pada bencana tanah longsor April lalu, warga harus tanggap bencana,” pinta Sri Rusyono.

Lebih lanjut Sri Rusyono mengatakan, warga di Desa Kepel dan Desa Ngetos harus bisa memahami tanda-tanda bencana di lingkungan mereka. Dengan cara demikian, jika terjadi bencana di desa mereka, warga bisa segera menyelamatkan diri.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk Soekonjono yang kemarin juga menghadiri sosialisasi, meminta warga berhati-hati saat musim hujan ini. “Jika hujan turun, warga harus segera meninggalkan sawah atau ladang,” kata Soeko.

Untuk diketahui, acara sosialisasi kemarin juga dihadiri oleh Danramil 0810/18 Ngetos Kapten Cba Tri Atmoko. Selain sambutan dari Dandim dan kalaksa BPBD, dalam sosialisasi kemarin Pelda Suparlan juga membeberkan tanda-tanda alam jika terjadi bencana. “Jika menemui tanda-tanda itu, harus segera tanggap,” kata Suparlan.

(rk/rq/die/JPR)

Source link