Warga berkumpul di dalam dan di luar posko untuk mendeklarasikan kemenangan paslon Mantap dalam Pilkada Sampang 2018. Sebelum deklarasi kemenangan disuarakan, kegiatan diisi dengan pembacaan tahlil. Puluhan personel dari Polres Sampang berjaga-jaga di lokasi dan mengatur arus lalu lintas.

Deklarasi dipimpin Ketua Timses Paslon Mantap Imam Ubaidillah. Dalam deklarasi itu, dia menyampaikan kemenangan paslon Mantap mutlak di hadapan seluruh timses dan simpatisan yang hadir. Hal itu berdasarkan C1 yang dimiliki dan ditopang dengan hasil perhitungan cepat perolehan suara yang dilakukan tim mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

”Saya sampaikan kepada semua timses dan relawan atau simpatisan bahwa paslon Hermanto Subaidi-Suparto menang di Pilkada Sampang tahun ini. Kita sangat bersyukur atas kemenangan ini. Ini semua berkat kerja keras semua tim dan doa dari kiai dan ulama di Sampang,” klaimnya.

Imam meminta semua timses dan pendukung mengawal kemenangan tersebut dengan menjaga kondusivitas dan keamanan di lingkungan sekitar. Sambil lalu menunggu pengumuman resmi hasil perhitungan suara yang dilakukan KPU Sampang.

Setelah deklarasi tersebut disampaikan, semua warga yang hadir membubarkan diri dengan tertib. Kepada awak media, Imam menyampaikan, kegiatan tersebut sebagai tasyakuran sekaligus deklarasi atas kemenangan paslon Mantap.

Kemenangan tersebut diyakini berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan tim dengan menggunakan patokan dokumen C1. ”Deklarasi ini perlu dilakukan karena kami menang dengan selisih 2,20 persen. Perhitungan kami tidak mungkin meleset. Terkait paslon lain yang juga mendeklarasikan kemenangan, itu hak mereka,” katanya.

Dia menyebut, pada hari pencoblosan menemukan indikasi kecurangan. Semua dugaan pelanggaran pilkada itu sudah diinvetarisasi. Di antaranya, surat undangan di beberapa kecamatan tidak disebarkan kepada masyarakat.

Selain itu, ungkap Imam, ada intimidasi dan saksi paslon Mantap dilarang masuk ke TPS. Banyak C1 palsu beredar dan perampasan surat suara dari masnyarakat. Warga tidak bisa mencoblos. Laporan tersebut didapatkan dari tim di masing-masing kecamatan.

”Kami mempunyai semua bukti foto dan video mengenai dugaan pelaggaran pilkada di beberapa kecamatan. C1 palsu yang banyak beredar itu merugikan paslon Mantap,” ujarnya.

Pihaknya diam dan tidak melakukan tindakan apa pun lantaran menghormati kinerja KPU dan panwas. Namun, apabila tidak ada upaya dari pihak penyelenggara untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut, pihaknya akan melaporkan kejadian itu kepada KPU pusat.

”Sampai sekarang kami tetap menghormati KPU dan menunggu pengumuman resmi. Tapi karena ada paslon lain yang juga klaim menang, agar berimbang, kami juga deklarasi kemenangan. Kami mempunyai data C1 se-Sampang yang akurasinya 100 persen menyatakan Mantap menang,” bebernya.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari PPK dan panwaslu terkait dugaan pelanggaran pilkada. Baik perampasan surat suara maupun C1 palsu.

”PPS dan PPK sudah melaksanakan semua tahapan pemungutan suara dengan baik dan sesuai prosedur. Kami kurang paham yang dimaksud C1 palsu. Data berpatokan pada C1 pleno. Tapi jika ada yang menemukan indikasi kecurangan, silakan laporkan ke panwaslu,” tandasnya.

(mr/nal/hud/luq/bas/JPR)