Mendapatkan laporan tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik langsung melakukan evakuasi bersama aparat kepolisian serta pemerintah kecamatan. “Bukan disekap, tapi diisolasi di dalam rumah. Tidak boleh keluar kemanapun,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Sentot Supriyohadi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial didamping staf Alfi Ariyanto.

Petugas sempat kesulitan melakukan evakuasi lantaran Nasiah yang mengalami gangguan jiwa menolak melepas tangan kedua anaknya. Akhirnya, petugas berhasil melakukan evakuasi dengan cara membawa serta kedua anaknya, SO, 17 serta SPC ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur. “Awalnya memang cukup sulit, karena ibunya menolak menyerahkan anaknya,” ungkap dia.

Dikatakan, petugas baru berhasil melepaskan sang ibu dengan anaknya setelah tim dokter RSJ Menur memberikan beberapa suntikan. Setelah terlepas dari ibunya, dua anak tersebut untuk sementara dititipkan kepada pihak keluarga. “Kami serahkan ke pihak keluarga terlebih dahulu,” terangnya.

Menurut dia, rencananya dua anak tersebut akan dititipkan di Panti Asuhan Al Hidayah Wedoroanom, Kecamatan Driyorejo. Namun, hal ini menunggu persetujuan dari kedua anak tersebut. “Nanti rencananya akan kami titipkan di Panti Asuhan di Wedoroanom. Kami akan melakukan assessment terlebih dahulu,” terang dia.

Ditambahkan, untuk ibunya sendiri akan dilakukan pengobatan di RSJ hingga sembuh dengan bantuan dari pemerintah. “Kami lakukan perawatan agar Nasiah bisa segera sembuh agar bisa dipulangkan,” pungkasnya. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)