Tampil saling menyerang sejak peluit babak pertama dibunyikan, tim yang dilatih oleh Santoso Pribadi (Dharaka) dan Edi S (Gajayana) sama-sama gagal menciptakan peluang gol. Hingga waktu turun minum keduanya masih sama-sama belum mencetak angka sama sekali. Kondisi ini terus berlanjut hingga pertandingan berakhir di babak kedua dan menghasilkan adu penalti.

Lima kesempatan tendangan penalti Dharaka dieksekusi secara gemilang oleh Melvin, William, Adi, Dani, dan Yusuf. Sementara Teguh dari Gajayana FC, menjadi satu-satunya pemain yang gagal melesakkan gol di gawang Dharaka FC. Hasil ini menjadikan Dharaka FC keluar sebagai juara pada divisi utama Liga Desa ini dengan skor 5-4.

Sementara itu di Divisi Satu, Exsekutif FC dan Paser Mandiri masing-masing menempati juara pertama dan kedua, sedangkan Angkasa menjadi juara Divisi Dua disusul oleh Grand Fosta. Anak Manja juga ditahbiskan sebagai juara di Divisi Tiga, diikuti Bima Putra sebagai juara kedua.

Tiga divisi yang sudah menyelesaikan pertandingan sebelum ini telah menghasilkan enam juara yang berhak promosi naik divisi. Seluruh pertandingan babak final digelar di Stadion Utama JSG Ajung sejak hari Jumat. Masing-masing tim yang promosi  yakni Anak Manja (juara 1) dan Bima Putra (runner-up) yang promosi dari Divisi 3 ke Divisi 2. Kemudian Angkasa (juara 1) dan Grand Fosta (runner-up) yang promosi dari Divisi 2 ke Divisi 1. Lalu terakhir, Paser Mandiri dan Eksekutif yang promosi dari Divisi 1 ke Divisi Utama.

(jr/lin/hdi/das/JPR)

Source link