Setelah itu, baru dilakukan pembangunan secara bertahap. Sehingga, pembangunan pasar di Jalan Gajah Mada tersebut sesuai dengan desain jangka panjang maupun studi kelayakan. 

”Sepertinya, selama ini pembangunan pasar baru sebatas kebutuhan jangka pendek tanpa ada desain yang pasti untuk jangka panjangnya,” tegas dia. 

Sebagai wakil rakyat yang membidangi perekonomian dan keuangan, dia mengaku belum mengetahui gambaran umum rencana pembangunan pasar secara total, menyeluruh, dan jangka panjang.

‘’Kalau cuma bangun ya percuma. Khawatir ke depan dibongkar lagi. Paling tidak jika mengacu hasil studi, desain menyeluruh harus jelas dahulu, baru dibangun,’’ tegas politikus Partai NasDem ini. 

Rasmani lebih lanjut menyampaikan, dalam rancangan APBD 2018 memang ada anggaran pembangunan dengan redaksional revitaliasi pasar daerah sekitar Rp 500 juta.

Rencananya dibangun pada titik belakang pasar, yakni kompleks penjualan daging. Tahun ini, juga dibangun bangunan los di depan. ”Apakah ini sudah sesuai dengan hasil studi atau bagaimana?’’ tanyanya.  

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Tuban Agus Wijaya mengatakan, revitalisasi tersebut berdasar hasil studi kelayakan. ‘’Harapannya pasar kita layak, tertib, dan bersih,’’ tutur dia. 

Ditanya lebih lanjut tentang konsep pembangunan pasar tradisional tersebut, mantan kabag humas dan protokol setda setempat ini belum bisa menyampaikan dengan alasan masih mengikuti rapat.

‘’Maaf, saya rapat dulu,’’ ujar dia. Diberitakan sebelumnya, hasil studi kelayakan revitalisasi Pasar Baru Tuban oleh PT Visimas Utama Konsolindo mengacu tujuh aspek studi.

Yakni aspek keamanan, aspek hukum sosial, aspek lingkungan, aspek pasar, aspek manajamen, dan aspek keuangan. Hanya aspek teknis yang menyatakan, gua tak layak dibangun karena di bawahnya terdapat aktivitas wisata Gua Akbar.

(bj/zak/ds/bet/JPR)

Source link