Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randi Agata Sakaira menerangkan, tahun ini telah membentuk dua desa yang dia canangkan sebagai Desa Tangguh Bencana. Kedua desa tersebut adalah Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, dan Desa Kalipang, Kecamatan Grogol.

Dimulai dari keaktifan warganya dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Diharapkan program ini mampu membuat ketangguhan warga untuk menjadi lebih mandiri di tengah ancaman bencana. “Kita prioritaskan perencanaan tangguh bencana hingga penanganannya,” ujarnya.

Walaupun masih memiliki dua Desa Tangguh Bencana. Beberapa desa rawan bencana lain juga memiliki perwakilan dari tim BPBD yang tugasnya melaporkan hingga sebisa mungkin bisa mengatasi permasalahan bencana di desanya.

Selain itu, lanjut Randi, tim perwakilan ini juga mampu mengoordinasikan warga untuk mengatasi bencana di desa masing-masing. Setidaknya hingga saat ini terdapat 12 desa yang memiliki perwakilan. Terutama desa-desa di lereng Gunung Wilis dan Gunung Kelud.

“Titik-titik rawan bencana tinggi kita ada perwakilan untuk setiap hari melaporkan keadaan desanya,” terang pria berbadan kekar ini.

Dengan keaktifan warga Desa Tangguh Bencana dan perwakilan tim BPBD di beberapa desa rawan. Mereka juga dibekali dengan beberapa pelatihan tanggap darurat bencana. Seperti untuk menangani bencana puting beliung hingga tanah longsor.

Tidak hanya itu di Desa Sempu juga para warganya diberikan bekal cara dan juga rute evakuasi ancaman bencana yang ditimbulkan oleh Gunung Kelud saat meletus.

“Sehingga selain siap menghadapi bencana. Petugas maupun warga sudah siap dan tahu mereka harus ngapain,” terang kepala BPBD asal Kecamatan Badas ini.

Dengan berbagai bekal dan cara yang diberikan pada petugasnya dan warganya langsung, terlebih daerah yang menjadi prioritas bencana BPBD. Hal ini mampu membentuk kemandirian warga dalam mengatasi bencana di wilayahnya. Terlebih pada penanganan awalnya.

Hal ini juga cukup membantu BPBD dalam tugasnya. Karena memang keterbatasan personel BPBD, ini mampu membantu mereka dalam penanganan bencana di daerah rawan. “Kita targetkan di setiap desa nanti akan ada perwakilan. Namun ini terus bertahap kita lakukannya,” tegas Randi.

(rk/fiz/die/JPR)

Source link