SUKOHARJO – Warga Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol melakukan aksi damai di depan kantor DPRD Sukoharjo, kemarin (12/12). Mereka mengeluhkan keberadaan Pabrik Cipta Warna Abadi dan calon gudang sparepart dan gudang kayu jati di desa setempat. Dalam aksi ini warga membawa atraksi kesenian kuda lumping.

Sebelum ke DPRD Sukoharjo warga juga sempat melakukan aksi di kantor Sekretariat Daerah Sukoharjo dan lokasi pabrik. Mereka menilai pabrik dan gudang tersebut mengabaikan nilai estetika dan melanggar aturan. Dalam melakukan aksinya mereka membacakan keluh–kesahnya lantaran keberadaan pabrik tersebut. Aparat Polres Sukoharjo terlihat ikut mengawal, bahkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi ikut turun lapangan.

Koordinator aksi Sumarsoni dalam orasinya meminta, agar  aparat, pejabat, wakil rakyat, pemkab, jangan ada yang jadi bamper kapitalis. Menurutnya pembangunan pabrik dan gudang tersebut melanggar aturan. Tak hanya itu, PT Citra Warna Abadi seharusnya tak boleh sejajar dengan patok atau paling tidak berjarak 2 meter dan membangun talut di kanan kiri bangunan. Selain itu, pabrik cat tersebut menggunakan bahan kimia dan sempat diprotes petani karena banyak tanaman padi mati.

Karena itu, warga menuntut lahan yang digunakan harus ditinjau ulang. Karena masuk zona kuning, polusi udara dan air serta berhimpitan dengan permukiman warga yang tak layak untuk pabrik berskala besar. ”Apabila memang sudah memenuhi syarat dan ketentuan, maka harus melalui proses ulang dari awal untuk menghindari rekayasa persyaratan administrasi yang berlaku dengan memperhatikan aspek lingkungan,” jelasnya.

Sumarsoni menambahkan, warga menuntut pabrik untuk membangun talut dan bangunan pabrik harus bergeser dua meter dari talut bagian selatan. ”Bagian barat juga harus bergeser ke timur 6 meter dari saluran air. Karena depannya ada perempatan dan jalur ramai dan sekarang sering macet saat pagi dan sore,” terangnya.

Terkait gudang kayu jati, lanjut Sumarsoni, bangunan terlalu mepet dengan jalan raya dan buangan air dari atap jatuh ke jalan dan membuat jalan mudah rusak. ”Mohon disidak, dipertegas, diperingatkan dan dibenahi karena ditengarai tak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan dari Fraksi PDIP Budi Martono menyampaikan, sudah menampung dan siap menindaklanjuti aspirasi warga tersebut. Pihaknya akan mengagendakan sidak terhadap apa yang menjadi tuntutan warga. ”Pasti akan kami tindaklanjuti,” tandasnya. (yan/edy)

(rs/yan/per/JPR)