Jasad Eko pertama kali ditemukan oleh Anggota SAR Karanganyar, Dwi. Saat melintas di depan rumah korban, Dwi mencium bau menyengat dari dalam rumah yang dihuni  Eko seorang diri.

Karena curiga,  Dwi mencoba mengecek dengan mengintip isi dalam rumah lewat jendela. Benar saja. Bau menyengat tersebut berasal dari dalam rumah Eko yang diketahui sudah dalam keadaan tewas tergeletak di lantai rumah.

Selanjutnya Dwi langsung meminta bantuan ke  tetangga dan anggota SAR, relawan, BPBD Karanganyar, dan Polsek Kebakkramat.

“Awalnya hanya lewat di depan rumah. Tapi tiba-tiba mencium bau seperti bangkai. Setelah saya cari itu baunya dari dalam rumah Pak Eko. Dan pas saya intip ternyata posisi Pak Eko sudah dalam keadaan meninggal dunia tergeletak di lantai,” kata Dwi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Kapolsek Kebakkramat, AKP Lukman menjelaskan, sudah dilakukan pemeriksaan tim inafis, puskesmas, dan jajaran polsek. Dipastikan korban meninggal dunia lantaran terserang penyakit.

“Tidak ada tanda penganiayaan di tubuh korban. Dugaannya memang karena sakit. Kalau mabuk tidak. Setelah kami  cek di rumah nggak ada bekas botol minuman keras,” ujar kapolsek.

(rs/rud/fer/JPR)