RADARSEMARANG.ID – Diduga stress dan menderita gangguan jiwa, Ramalani, 33, warga Sontel, Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, tega membacok ibu kandungnya sendiri, Daurip, 57, yang sedang salat Dhuhur, Selasa sore (1/5). Ibunya yang dibacok tiga kali langsung terkapar dan menderita luka di pelipis dan kepala. Tak puas dengan ibunya, Ramalani juga membacok Eko Mugiwiyarso, 33, keponakannya yang berada di ruang tamu.

Kejadian bermula saat Daurip, membangunkan Ramalani yang sedang tidur siang, untuk mandi dan salat dhuhur serta makan siang. Bukannya bangun untuk makan, Ramalani justru marah dan mengambil golok di dapur dan mendatangi ibu kandungnya yang sedang di kamar belakang untuk shalat Dhuhur.

Sontak, Daurip yang berlumuran darah langsung tersungkur dengan luka tiga sayatan di kepala. Bersyukur, Daurip berhasil lolos dan keluar rumah. Sedangkan Eko yang berada di ruang tamu dan sedang bermain HP, tidak sempat kabur sehingga kena bacokan di kepala oleh Ramalani.

Pelaku saat diperiksa di kantor Polsek Karanganyar
(TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Usai membacok ibu kandung dan keponakannya, Ramalani tidak melarikan diri atau keluar rumah. Dia hanya berdiam diri di ruang tamu dengan menggenggam golok yang penuh darah. Para tetangga sebelah rumah yang berdatangan langsung membawa Daurip dan Eko ke RSUD Kajen.

Melihat Ramalani masih memegang golok di ruang tamu, warga langsung melapor ke Polsek Karanganyar untuk meminta bantuan dan menghindari korban lain. Namun setelah petugas Polsek Karanganyar Polres Pekalongan datang, Ramalani langsung menyerahkan diri tanpa perlawanan.

Kabag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom menjelaskan bahwa pelaku pembacokan adalah Ramalani yang selama ini bekerja sebagai buruh lepas. “Pelaku telah kami amankan, karena melanggar pasal 44 ayat 2 juncto pasal 5 a UU RI 23/2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Sedangkan kedua korban, saat ini masih dirawat di RSUD Kajen,” jelas Iptu Akrom

(sm/thd/zal/JPR)