Berdasar pantauan koran ini Kamis kemarin (21/12) sekolah yang berlokasi di tepi sungai ini terlihat kosong. Hal ini lantaran siswa sedang liburan semester ganjil. Tak satupun tampak aktivitas di sekolah tersebut. Bahkan gerbangnya dikunci dengan rantai dan gembok. 

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Pengumpulan informasi dan Publikasi Humas Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana menjelaskan bahwa adapun penyebab tergenangnya halaman SD tersebut adalah lokasi sekolah yang berdekatan dengan sungai. Hal inj tentu menyebabkan saluran pembuangan air permukaan tentu akan dialirkan ke sungai. Sehingga, saat hujan lebat dan air sungai meluap, tentu berimbas pada saluran pembuangan tadi yang menyebabkan halaman ikut tergenang. “Karena salurannya langsung ke sungai, jadi kalau hujan dan airnya meluap maka halaman sekolah ikut tergenang,” jelasnya

Dikatakan Hendar, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak sekolah yang berkoordinasi dengan Kelurahan Sesetan telah memikirkan berbagai upaya. Salah satunya adalah pembangunan biopori atau sumur resapan. Sehingga, nantinya jika terjadi hujan dengan instensitas tinggi dan menyebabkan volume air sungai meningkat, maka sedikit tidaknya air permukaan di halaman SDN 13 Sesetan dapat diserap langsung oleh biopori. 

“Lurah Sesetan sudah mengecek langsung ke lokasi, nanti akan dibangun biopori di sekeliling sekolah untuk menampung air permukaan, sembari memikirkan  rencana selanjutnya untuk mengatasi permasalahan ini,” pungkasnya. 

(bx/gus /bay/yes/JPR)

Source link