Ilustrasi
(Achmad Syaifudin/Radar Bromo)

ENTAH apa maksud Tole (nama samaran), 28, warga Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dengan berbuat semena-mena dan tidak menghargai Minthul (juga nama samaran), 22, istrinya. Minthul yang memang lahir dari keluarga miskin, memang menjadi bulan-bulanan Tole.

Hinaan demi hinaan, seringkali diterima Minthul. Ia menganggap sang istri hanya modal tubuh saja. Tak tahan diperlakukan seperti itu, Minthul sakit hati dan memilih bercerai di Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Minthul mengatakan, benar-benar sakit hati dengan perlakuan Tole dan keluarganya. “Iya saya memang dari keluarga miskin dan tak punya apa-apa. Tapi, masak sampai memperlakukan saya seperti gak berharga,” jelasnya.

Dikatakan setelah lulus SMA, Minthul memang langsung dicarikan calon suami agar ada yang memberi nafkah. Karena itu, Minthul menurut saja saat dikenalkan pada Tole. Keluarganya mau menjodohkan dengan Minthul lantaran Tole sudah punya penghasilan sebagai karyawan pabrik sehingga bisa menafkahi Minthul.

Sebagai anak berbakti, Minthul tentu saja menurut saja. “Lagi pula saya juga gak bekerja, jadi saat mau dinikahkan saya nurut saja,” jelasnya. Setelah menikah, Minthul akhirnya ikut tinggal di rumah orang tua Tole. Pernikahan mereka sendiri dilaksanakan sangat sederhana.

Semua biaya memang dari keluarga Tole lantaran keluarga Minthul memang tak punya kemampuan untuk menyelenggarakan pesta. Namun, rupanya gara-gara itulah awal menjadi penyebab Minthul disepelekan di rumah mertuanya.

“Jadi baru datang, kerjaan saya sudah menumpuk. Mulai bangun pagi sudah harus bersihkan rumah, masak, cuci, setrika, bersihkan pekarangan, sampai membantu keluarga Tole yang punya usaha buat kue kecil-kecilan,” jelasnya.

Kalau dihitung-hitung, dirinya bangun dari jam 03.00 dini hari dan baru bisa istirahat pukul 23.00. Selama itu, sama sekali tak ada istirahat karena full mengurus rumah. Minthul mengeluh kecapekan.

“Tapi, lagi-lagi dibilang sudah dikasih makan dan tempat tinggal, ya harus mau kerja keras. Dari situ saya ngerasa, saya diperlakukan kayak budak saja. Tidak seperti istri atau menantu,” jelasnya.

Yang bikin Minthul sakit hati adalah, Tole juga memperlakukan dirinya semena-mena. Jika ingin meminta barang pribadi entah bedak atau baju, Tole selalu saja mencemoohnya. “Cuma modal bodi (tubuh) aja minta macem-macem,” tiru Minthul. Dan hal ini yang lama-lama membuat Minthul tak tahan lagi.

Karena selama 2 tahun tak pernah merasa bahagia menikah, Minthul akhirnya memilih minggat dan kembali ke rumah orang tuanya. Tak berhenti sampai di situ, keluarga Tole marah bahkan memaki Minthul tak tahu diri. “Ya sudah saya sakit hati gak mau lagi balik dan saya pilih cerai saja. Gak tahan hidup diperlakukan seperti itu,” katanya.

(br/eka/fun/fun/JPR)

Source link