Umi Hany Akasah-wartawan Radar Surabaya

Sang suami, sebut Donwori, 37, sebenarnya tak pernah mempersoalkan hobi sang istri. Terlebih, selama ini, istrinya bertanggung jawab merawat anak-anaknya. Donwori yang bekerja sebagai kontraktor pun begitu semangat bekerja, karena anak-anaknya diasuh dengan baik di rumahnya.

“Saya pulang ke rumah dua minggu sekali. Gimana kerjanya keliling, istri minta apapun pasti saya kasih. Yang bikin kecewa itu justru uang yang saya kirim sering dipotong untuk pergi ke Jepang. Katanya kangen lihat   koleksi Hello Kitty,” kata Donwori.

Donwori pun tidak mempersoalkan kelakuan Sephia. Buktinya, Sephia hampir pernah 3 kali pergi ke Jepang dengan biaya suaminya. “Saya itu kerja ya buat anak dan istri. Sebulan istri saya kasih Rp 10 juta untuk kebutuhan rumah tangga selama saya tinggal, saya juga selalu save untuk rekreasi bersama. Tiga kali dia minta ke Jepang, ya saya turuti,” kata pria yang tinggal di kawasan Kertajaya itu.

Dengan memanjakan Sephia, Donwori sempat berharap istrinya itu tidak neko-neko. Namun, dalam setahun ini ia memergoki istrinya mengambil jatah susu anaknya senilai Rp 4 juta. Uang itu diluar uang kebutuhan keluarganya. “Saya shok dan kaget, pas lihat istri ternyata sudah pesan tiket ke Jepang untuk akhir Desember ini,” kata  Donwori.

Ia pun sempat cekcok. Sephia hanya menangis menjerit dan meminta maaf. Ia mengaku terpengaruh komunitas pecinta Hello Kitty yang akan jalan-jalan ke Jepang bersama. “Saya sungguh kecewa,” kata Donwori.

Sementara, Sephia tidak berkomentar apa-apa. Ia mengaku masih mencintai suaminya dan sudah mengancel tiket ke Jepang, Desember mendatang. “Saya minta maaf,  tapi kayaknya dia marah sekali,” kata ibu dua anak itu sembari menangis saat sidang talak cerai pertama  di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Jum’at (17/11). (*/opi)

(sb/han/jek/JPR)

Source link