SURABAYA – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region V (MOR V) Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara agresif mengenalkan produk gasnya, Musicool, yakni produk hydrocarbon refrigerant. Dari aspek energi, produk gas ini diklaim dapat menekan pemakaian listrik hingga 20 persen

“Penghematan ini berimplikasi pada aspek ekonomis, yaitu menurunnya biaya tagihan listrik,”  kata Muhammad Rizal, Sales Eksekutif Industri dan Gas Produk Region V, usai Buka Bersama Teknisi Musicool di Kantor Pertamina MOR V Surabaya, Kamis (7/6).

Rizal menambahkan, ke depannya, pihaknya berharap Musicool dapat lebih dikenal masyarakat luas sebagai refrigerant ramah lingkungan.

Dia mengatakan, sejak diluncurkan Musicool banyak digunakan pada gedung perhotelan, perkantoran, dan rumah sakit. Pangsa pasar Musicool sampai saat ini masih membidik industri, mal, rumah sakit, dan perumahan.

Menurut Rizal, market share Musicool dengan refrigerant sintetik sampai saat ini masih bersaing ketat, yakni masing-masing menguasai 50 persen pasar. Sedangkan pertumbuhan Musicool, sudah cukup baik. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini terdapat kenaikan sebesar 20-30 persen.

“Segmen yang banyak mengkonsumsi sampai saat ini masih dari industri sebesar 60 persen, corporate, dan perumahan sebesar 30 persen. Jumlah teknisi juga sudah cukup banyak,” terangnya.

Rizal mengungkapkan, produk Musicool yang paling laris ialah kemasan 6 kilogram yang konsumsinya mencapai 80 persen. Pihaknya mentargetkan peningkatan sampai akhir tahun ini mencapai 40 persen.

“Ya karena peluangnya juga masih besar dan luas. Apalagi, kesadaran masyarakat untuk beralih ke Musicool sampai saat ini masih terus disosialisasikan. Karena masih banyak masyarakat yang belum tahu,” ujarnya.

Adapun jenis dari Musicool sendiri, terdapat MC-22 yang digunakan sebagai refigeran pengganti pada mesin pendingin ruangan yang sebelumnya menggunakan refrigerant sintetik jenis R-22 seperti AC Split, AC Central, dan Chiller. Sedangkan MC-134 digunakan sebagai refrigerant pengganti pada mesin pendingin yang sebelumnya menggunakan refrigerant sintetik jenis R134a seperti AC kendaraan dan mesin pendingin yang sebelumnya menggunakan R-134a dan R-12.

(sb/cin/jay/JPR)