Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Bangkalan Ahmad Riyadi mengaku, belum bisa merazia anjal, gelandangan, dan pengemis. Sebab masih menunggu pencairan anggaran. Namun, pihaknya tetap memantau kedatangan anjal ke Kota Salak.

”Kemungkinan Maret nanti kami bisa langsung bergerak. Tunggu pencairan dana dulu,” ujarnya Rabu (21/2).

Diterangkan, anjal yang berkeliaran di Bangkalan kebanyakan masih usia sekolah. Dengan begitu, mereka hanya diberi pembinaan dan dikembalikan kepada keluarga.

Dinsos akan bekerja sama dengan satpol PP untuk melakukan razia. Rencana razia akan dilakukan lima kali di tahun ini. ”Anjal yang dari luar daerah akan kami kirim ke Sidoarjo. Memang sudah banyak berdatangan lagi,” ungkap dia.

Ahmad enggan menyebut besaran nominal anggaran untuk penangan PMKS tahun ini. Dia  mengaku dana untuk penanganan PMKS masih tergolong kecil.

Sementara, anggaran penanganan PMKS 2017 sebesar Rp 15,8 juta. Kemudian, penyuluhan dan pendataannya mencapai Rp 45,5 juta. Dengan demikian, total anggaran mencapai Rp 61,3 juta.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Satpol PP Bangkalan Muhammad Rufai mengklaim sudah melakukan razia pada anjal. Namun, diakui anjal baru terus berdatangan. Pihaknya berjanji akan terus memantau dan menerjunkan petugas untuk berpatroli di sejumlah titik, tempat mangkal anjal.

”Dirazia datang lagi. Kami akan razia lagi. Kadang keberadaan PMKS meresahkan. Sempat ada laporan karena tidak diberi uang, malah ngamuk. Juga, nyoret kendaraan orang,” ungkapnya.

(mr/bad/onk/han/bas/JPR)