Pria yang akrab disapa Wiwit tersebut mengatakan pemukulan berawal ketika pihaknya memberikan imbauan kepada pedagang. Mereka diminta tidak menggunakan jalur pedestrian untuk membuka lapak.

Ketika melalukan penyisiran, personel Satpol PP melihat salah satu warung kopi yang berdiri di pedestrian dan menutup jalur pejalan kaki. Satpol PP pun meminta Agus Salim, pemilik warung untuk menutup warungnya.

Namun Agus tidak menghiraukan imbauan. Dia malah berbalik marah. “Anggota kami sempat mundur agar situasi tenang,” ujar Wiwit.

Setelah itu regu kedua yang maju. Mereka juga meminta Agus untuk segera menutup warungnya. Agus tidak terima dan naik pitam. Dia langsung maju menuju arah Frans dan melemparkan bogem mentah. Beberapa petugas yang ada di sekitar berusaha menjauhkan Agus dari Frans.

Wiwit pun langsung mendatangi rumah Agus dan meminta penjelasan. Menurut dia, tidak sepatutnya petugas dihalangi ketika menjalankan tugas, apalagi sampai mendapatkan kekerasan. Pihaknya pun langsung melaporkan ke Polsek Sidoarjo dan meminta pelaku diberi hukuman yang setimpal.

Mantan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo tersebut mengaku pihaknya memang sedang melakukan pengintaian di sejumlah tempat mangkal PKL. Mulai dari Perumahan Gading Fajar, Taman Pinang Indah (TPI), depan Rumah Sakit Siti Hajar, serta di Jalan Gajah Mada. Sesuai aturan, pedagang diminta tidak menggelar lapaknya di pedestrian.

Wiwit juga menegaskan bahwa insiden pemukulan itu tidak berdampak pada penjagaan di Jalan Gajah Mada. Justru Satpol PP bakal menggerahkan pasukan untuk menyisir titik-titik PKL. Seperti di Taman Pinang, Gading Fajar serta di depan RS Siti Hajar.

Sementara itu, penyidikan masih dilakukan polisi terhadap Agus Salim, hingga Sabtu (26/5) siang. Polisi juga belum menetapkan Agus sebagai tersangka. Kanitreskrim Polsek Sidoarjo Ipda Sukarno menuturkan, pemeriksaan masih dilakukan anggotanya terhadap Agus yang diketahui warga Kwadengan, Lemah Putro, Sidoarjo ini.

Dari keterangan yang bersangkutan ia khilaf dan emosi saat penertiban tersebut. “Ia mengaku emosi,” katanya.

Dari keterangan yang bersangkutan pada polisi, saat penertiban tersebut dirinya sudah mulai membereskan barang dagangannya. Bahkan ia sudah mulai menaruh semua barangnya dan segera meninggalkan lokasi. Namun, saat melakukan penertiban tersebut, tiba-tiba datang korban dari arah belakang.

Korban yang datang ini bukannya membantu malah membentak Agus dan menyuruhnya secepatnya membereskan barang dagangannya. Agus yang tidak terima dengan perkataan korban ini langsung membalikkan badan dan mencari keberadaan anggota Satpol PP tersebut. Ia pun melayangkan bogem mentah ke arah korban.

“Beruntung aksi tersebut tak berujung rusuh, karena yang bersungkutan langsung kami amankan di polsek,” tuturnya.

Pihaknya mengaku masih memiliki waktu 1×24 jam untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Polisi sendiri masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan bukti-bukti lainnya. (nis/gun/jee)

(sb/nis/rek/JPR)