Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengatakan, sekolah-sekolah yang berada di KRB III dan II pada status level awas,

dipetakan melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai pemetaan yang telah disusun dan berlaku mulai Senin (27/11) lalu.

“Pelaksanaan pembelajaran dan ulangan akhir semester (UAS) bagi sekolah yang berada di KRB I dan aman, kegiatan dilaksanakan seperti biasa,” ucapnya.

Bagi sekolah yang berada di KRB III da KRB II pada status awas, jelas Kartika melaksanakan kegiatan pembelajaran di lokasi pemetaan yang telah ditentukan.

“Terkait pelaksanaan ulangan akhir semester (UAS) diserahkan pada kebijakan sekolah masing masing,” ungkapnya.

Terang Kartika, Disdikpora Karangasem segera mengumpulkan kepala UPTD di 8 Kecamatan, Kepala SMP/MTs untuk diberikan pengarahan dan kebijakan bidang Pendidikan pasca status gunung agung berada di level AWAS.

Kebijakan bidang pendidikan di Karangasem dalam situasi Gunung Agung berada pada level awas tandas Kartika mencakup beberapa hal.

Pertama, sekolah yang berada diwilayah Kawasan Rawan Bencana II dan III atau yang berada di radius 9-12 kilometer dari kawah puncak gunung Agung dinyatakan ditutup

dan melaksanakan kegiatan pembelajaran pada sekolah-sekolah sesuai pemetaan yang telah dilakukan sebelumnya saat pemetaan dan pendataan Rencana Kontigensi (Rekon Pendidikan).

Siswa yang berada di pengungsian disilakan untuk melakukan pembelajaran di sekolah-sekolah terdekat dengan tempat pengungsian, dengan terlebih dahulu melaporkan diri

kepada Kepala Kewilayahan dan kepala sekolah pada sekolah asal maupun sekolah tujuan untuk memudahkan dalam pendataan.

Kedua, pelaksanaan pembelajaran dan Ulangan Akhir Semester (UAS) bagi sekolah yang berada diluar zona KRB tetap berjalan seperti biasa, dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan warga sekolah.

Ketiga, bagi sekolah yang berada di wilayah KRB II dan III pada status awas, pembelajaran dilaksanakan pada sekolah

yang telah ditentukan, terkait pelaksanaan Ujian Akhir Semester teknis penyelenggaraannya diserahkan kepada sekolah masing-masing.

“Jika terdapat kendala dalam pelaksanaan di lapangan agar berkoordinasi dengan instansi terkait baik Kepala UPT, maupun saya untuk mendapatkan solusi,” ungkapnya.

Kartika menambahkan setelah Senin (27/11) Disdikpora Karangasem menerima logistik berupa 136 dus yang berisi 4.760 paket tas siaga bencana serta 7.000 buah masker, pada Selasa, (28/11) kemarin logistik tersebut mulai didistribusikan.

Penyerahan tas dan masker kepada UPT Kecamatan dipantau langsung di Aula Sabha Widya Praja. 

“Penyerahahan 4.760 tas dan 7.000 masker ini merupakan penyerahan tahap pertama yang dilakukan mengingat keterbatasan armada pengangkut,” katanya.

Kadisdikpora menyampaikan bahwa keseluruhan tas dan masker yang akan didrop kurang lebih 70.000 paket.

Akan dibagikan kepada peserta didik, guru, dan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem.

Namun karena keterbatasan angkutan dari pos utama menyebabkan pengiriman paket logistik tersebut bertahap. 

Kepada Jawa Pos Radar Bali, Kartika mengatakan tas siaga bencana yang dibagikan berisi barang-barang berupa air mineral, senter, obat tetes mata, dan mantel plastik.

Peralatan tersebut adalah peralatan minimal untuk meminimalkan pengaruh abu vulkanik yang dapat membahayakan warga sekolah. 

(rb/ken/mus/mus/JPR)

Source link