Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Ram Halili menerangkan, lembaganya memasang CCTV di lima titik. Yakni, di perempatan Jalan Hos Cokroaminoto, perempatan Jalan Sultan Abdul Kadirun, pertigaan Jalan Halim Perdanakusuma-Jalan Soekarno Hatta, pertigaan Jalan Pemuda Kaffa dan pertigaan Jalan KH Moh. Kholil.

”Sementara ini CCTV hanya untuk pemantauan arus lalu lintas. Untuk mengurai kemacetan dan memantau aktivitas masyarakat,” terangnya Rabu (3/1).

Mantan kepala Satpol PP Bangkalan itu mengungkapkan, instansinya sudah melakukan kerja sama dengan Polres Bangkalan. Sebab, CCTV tersebut rencananya nanti akan difungsikan sebagai salah satu fasilitas pendukung e-tilang. ”Kami sudah koordinasi dengan polres. Ke depan, memang kami programkan untuk pemberlakuan e-tilang,” ungkapnya.

Ram Halili mengaku belum menganggarkan rencana pendukung fasilitas CCTV untuk e-tilang. Namun, dia berjanji akan mengajukan plotting anggaran untuk program tersebut pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018 mendatang.

”Mudah-mudahan nanti bisa kami anggarkan. Sementara ini kami masih fokus untuk peningkatan server,” ujarnya.

Dia mengakui, CCTV tersebut sampai saat ini belum berfungsi maksimal karena baru terpasang. Dimungkinkan, Februari mendatang kamera pengintai lalin itu sudah bisa merekam aktivitas kendaraan dan masyarakat yang melintas.

”Servernya, kami yang menangani. Monitornya di polres dan dishub juga ada. Kalau server sudah ditingkatkan. Insya Allah sudah bisa difungsikan maksimal. Termasuk penerapan e-tilang,” ucapnya.

Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Inggit Prasetiyanto masih menunggu koordinasi dari dinas terkait untuk rencana pemanfaatan CCTV sebagai salah satu fasilitas e-tilang. Sejauh ini lembaganya belum menerima pemberitahuan lebih lanjut mengenai teknis pemanfaatan CCTV yang sudah terpasang di sejumlah titik di Bangkalan.

”Itu langsung dari dishub. Kalau perencanaannya memang sudah ada. Cuma, secara teknis belum,” ujarnya.

Diterangkan, jika benar-benar terealisasi, nantinya CCTV tersebut akan mampu merekam dan mengidentifikasi nomor polisi (nopol) kendaraan yang melakukan pelanggaran lalin. Dengan demikian, petugas bisa langsung memberikan sanksi tilang bagi pelanggar melalui pantauan CCTV tersebut.

(mr/onk/bad/han/bas/JPR)