Pencurian itu diketahui oleh pemilik toko pada Minggu (9/12) sekitar pukul 01.30 sepulangnya dari Surabaya. Pemilik toko bernama Solichah mendapati pintu belakang toko dalam keadaan terbuka.

Pintu bagian tengah juga ditemukan dalam kondisi rusak bekas dicongkel. Ketika dicek, barang-barang dagangan di toko sudah berantakan. Barang-barang paling banyak dicuri adalah rokok dan uang recehan sekitar 500 ribu.

Pemilik toko kemudian melaporkan kejadian itu pada Kepala Desa Banyudono M. Toha. Kades kemudian menuju toko dan melaporkannya ke Polsek Kaliori. Menjelang subuh, anggota Polsek Kaliori bersama tim Inafis Polres Rembang mendatangi toko dan melakukan olah TKP.

Menurutnya pemilik rumah berencana akan memasang kamera pengintai di tokonya. Rencana belum terealisasi, toko tersebut sudah keburu dibobol maling. ”Pukul 02.00 dini hari saya terima informasi tokonya Bu Sulichah dimasuki maling. Kami langsung sampaikan ke pihak kepolisian. Kondisi toko saat itu kocar-kacir,” jelasnya.

Kapolsek Kaliori AKP Susatyo mengungkapkan, pihaknya telah meminta keterangan beberapa saksi atas kejadian tersebut. Dari hasil pengecekan, kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 20 juta.

”Kami sudah minta keterangan saksi-saksi sekaligus koordinasi dengan tim Resmob Polres Rembang,” ungkapnya.

(ks/lid/ali/top/JPR)