Beragam tempat hiburan malam yang kian menjamur di pulau Dewata pun sudah ia sambangi sejak tahun 2015 silam. Bukan tanpa alasan, kegemarannya dengan dunia musik menghantarkan niatnya untuk bisa melebarkan sayap dan berperan sebagai seorang female DJ. “Kalau ditanya Hobi, aku sih sangat suka dan jatuh hati dengan dunia musik. Berawal dari seorang dancer hingga seorang female DJ. Dan kedua profesi ini pun memang tidak lari jauh dari dunia musik. Ya, aku sangat suka dengan musik,” Tutur Seren mengawali cerita bersama koran Bali Express (Jawa Pos Group) saat di temui beberapa waktu lalu. 

Akan tetapi, pemilik tubuh seksi dan ideal ini melanjutkan, untuk bisa lihai hingga melakoni profesi sebagai seorang female DJ tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Bahkan ada proses yang sangat panjang agar bisa tampil sempurna, menyuguhkan hiburan menarik kepada para penikmatnya. “Ya buat aku susah-susah gampang sih untuk bisa sampai pada titik saat ini. Awal aku mulai tampil melakoni profesi DJ sejak tahun 2015 silam. Tapi sebelumnya aku belajar di dua tempat sekolah DJ yang berbeda. pertama aku berlatih di ACM Dj School Bali dan berlanjut ke level berikutnya, di Topten DJ School Bali. Dan memang psoses belajar untuk menguasai teknik dan mengenal brragam genre musik kurang lebih hampir dua bulan lamanya,” jelas Seren. 

Terkait dirinya yang kerap tampil menghibur crowd di tengah ingar-bingar keceriaan malam, perempuan kelahiran 4 Mei 1993 ini mengaku masih tetap merasa nyaman. Bahkan ia juga tak memungkiri, beragam tanggapan miring serta tantangan dirinya, terlebih peran seorang wanita yang memiliki job manggung di waktu malam, selalu ada dan beragam, namun Seren tetap melakoninya dengan sangat profesional. “Pastinya aku ngerasa sangat nyaman dan tentu sangat senang. Kenapa, aku senang karena bisa mengekspresikan hobi aku lewat seni musik,” pungkas Seren. Bahkan tidak hanya itu, tantangan yang kerap dihadapi oleh Seren sebagai seorang female DJ juga sering dirayu dan digoda oleh kaum adam. “Soal dirayu, pastinya banyak, bahkan hampir tak bisa di hitung. Tapi aku nanggapinya selalu dengan cuek aja. Ngga respon, toh lama-lama mereka cape ngerayunya,” tuturnya sambil tersenyum.

Namun, penyuka genre musik Progressive dan Funky House ini mengatakan kalau dirinya tetap melakoni profesi sesuai track-nya sendiri dan akan tetap mengimbangi dengan sikap atau attitude baik dan profesional. Melihat perkembangan female DJ yang kian menjamur dan diminati oleh para kawula muda ini pun diakui Seren sudah sangat positif. Terlebih sudah sangat menjanjikan bila dijadikan profesi. Akan tetapi dianjurkan untuk tetap memperlihatkan skill serta kualitas bermusik yang baik. Ditengah fenomena buruk tentang munculnya beberapa female DJ yang hanya menjual keseksian tubuh dan paras cantiknya, seren mengaku sangat tidak setuju. “Karena kita kan jual musik, bukan yang lain-lain,” tegasnya.

“Apalagi jika ingin menjadi seorang female DJ, tidak menyoal seksi dan cantik, tetapi kualitas dalam meramu musik asik baru dikatakan female DJ. Tapi kalo bermodalka seksi dan cantik, ya bukan tipe female DJ profesional,” jelasnya. Lebih lanjut, terkait dirinya yang ikut masuk dalam persaingan ketat melakoni profesi tersebut, Seren mengaku untuk tetap mengasah skill dalam menjamu musik yang trandy serta aksi performance yang atraktik, agat bisa memantik adrenalin crowd untuk tetap menikmati suguhan musik kita. “Karena seninya sebagai DJ itu buat aku, ya bisa menyambungkan satu lagu ke lagu yang lain dengan begitu menatik dan mampu menciptakan suasana seru kepada para penikmatnya. Pokoknya Jadi DJ itu seru banget buat aku,” tutup Seren.

(bx/vir/yes/JPR)

Source link