BALI EXPRESS, KUTA – Sebagai seorang Disc Jokey (DJ), Yoren Amanda Patty atau biasa dikenal dengan nama bekennya yaitu DJ Yoren, memang sangat memperhatikan penampilan di kala beraksi memainkan musik dan lagu. Terlebih khusus karakter atau ciri khas bermusik yang disuguhkan kepada para penikmat musik Elektronic Dance Music (EDM).

Tentu  hal tersebut yang membuat Sosok perempuan asal Jakarta ini masih mendapat tempat di hati para pecinta dunia hiburan malam tanah air sejak 7 tahun silam.  

Skill serta kehebatannya itu pula bisa terlihat kala dara muda yang sudah menciptakan beberapa karya dalam bermusik, seperti boothleg (sejenis remix musik) ini tampil menghibur clubbers di Bali. Menariknya, disela  beat-beat musik yang diputar, Yoren yang akrab disapa ini juga menyelipkan dan memadukannya dengan beberapa lagu lawas top 40 yang memang sempat tren dimasanya. Dan style ataupun gaya seperti ini, diakui Yoren, kian menjadi ciri khas dari penampilannya.

“Ya aku sering mainkan lagu-lagu top forty, juga menyelipkan lagu-lagu asik era 1990 sampai 2000-an. Dan dalam set, selalu ada berbagai macam genre musik yang siap untuk dipadukan,” kata dia.

“Selain itu, tampil atraktif pastinya dan memainkan lagu-lagu seperti itu yang banyak di sukai para clubbers. Jadi mereka bukan hanya sekedar menikmati lagu tapi bisa juga sambil ikutan nyanyi,” jelas Yoren saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group).

Bagi penyuka genre musik house tersebut, profesi female DJ saat ini sudah sangat menjanjikan, jika para pelakunya bisa menemukan karakter gaya bermusiknya. Skill serta kemampuan yang dimiliki pun harus terus digali sebagai pembuktian kualitas kita. Karena tak bisa dipungkiri, lanjut Yoren, tantangan yang dihadapi seorang DJ perempuan ini cukuplah banyak. Belum lagi anggapan atau stigma buruk dari sebagain masyarakat tentang para pekerja didunia hiburan malam. Pengalaman lain yang sering dihadapi Yoren saat meniti karir sejak tahun 2010 adalah harus berhadapan dengan crowd yang bertingkah aneh. “Salah satunya ya di rayu kaum lelaki. Tapi semua itu aku hadapinya dengan attitude yang baik,” pungkasnya.   

“Kalau aku sih sudah merasa nyaman sekali dengan profesi ini. Karena selain punya passion di dunia musik, saya juga bisa bekerja sesuai hobi. Jadi setiap profesi buat aku pasti ada tantangannya tersendiri, tapi semua itu kembali ke kita, untuk menganggap tantangan tersebut sebagai hambatan atau sebagai pemacu kita untuk lebih baik,” tegas Yoren.

Namun, gadis yang kian populer ini juga tak sependapat kalau dikatakan seorang DJ harus berpakaian minim. Yoren menegaskan, sebagai DJ dia tetap ingin dan konsisten bersaing untuk membangun karakter sendiri tanpa harus buka-bukaan. “Ya tanggapan saya tentang DJ yang hanya bermoralkan paras cantik dan tubuh seksi ini sih semoga mreka bermain benar-benar dengan skill bagus dan mau untuk mengembangkan skill tersebut, bukan karena seksi atau cantiknya saja. Tentu agar tidak dipandang negatif saaja. Kalau complete package kan pasti lebih bagus liatnya,” imbuh Yoren. 

Bagi dara cantik yang punya hobi nge-dance ini, tampil seksi tidak menjamin seorang DJ wanita bisa sukses dan eksis di dunia hiburan. Yoren pun yakin, semua DJ pada akhirnya harus punya karakter dan skill berbeda dalam bermusik, serta kelebihan yang bisa membawa namanya melambung. “Pastinya aku mengambil peran sebagai DJ ini enggak harus seksi ya. Dan aku totalitas untuk menunjukan bahwa aku punya karakter sendiri dan berbeda,” tutupnya.

(bx/vir/yes/JPR)

Source link