Umi Hany Akasah-Wartawan Radar Surabaya

Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Donjuan tampaknya demikian. Ia berubah total setelah sering kumpul dengan teman sekolahnya. Alhasil, ia tidak hanya suka main handphone dan update status media sosial, juga mulai nakal merepresentasikan seks di atas ranjang bersama istri. 

“Saya jadi tambah bingung hidup dengan suami. Tambah tua tambah malu maluin. Gayane tambah aneh, aku jadi takut kalau dia sekarang kelainan,” kata Karin, 38, di sela sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, pekan lalu. 

Bersama pengacaranya, wanita asal kelurahan Medokan itu mengaku kalau dirinya sudah tidak mau lagi mengikuti gaya seks suaminya yang makin lama makin nyeleneh. Dulu, suaminya masih bermain vibrator dalam berhubangan badan, namun kini ia mulai melihat video saat berhubungan seksual. 

“Saiki malah nakal tambahan. Suka buat rekaman video. Namanya apes orang masak ngerti, pas tersebar aku mati. Iya kalau aku seksi kayak Lunay gitu, lha aku ireng gini. Gimana jadinya yang lihat? Tambah ngisin ngisini toh,” kata ibu tiga anak itu. 

Karin sendiri heran dengan perubahan gaya seks suaminya. 10 tahun lalu, seksnya masih wajar. Tiga tahun lalu berubah mulai bersensasi mengoleksi vibrator untuk menambah panas suasana di atas ranjang. Setahun terakhir ini, justru dianggap makin ugal ugalan. Suaminya sudah tidak lepas dengan namanya system tekonologi. 

Sebelum berhubungan badan, pasti browsing dulu tentang gaya yang bakal diaplikasikan di atas ranjang. Belum lagi urusan nonton, hingga download video mesum itu. “Setelah itu diupload. Kalau aku protes, jawabnya gampang. Ini seks millenial. Kekinian, semuanya harus diupload. Nek jare aku iku gendeng dan koplak,” kata wanita yang berprofesi sebagai staf akuntan itu. 

Ia kini ingin hidupnya tenang. Selama ini, usai berhubungan badan, suaminya suka upload aneh aneh. Ditakutkan hal itu terciduk kepolisian dan membuatnya jadi terdakwa kasus pornografi. 

“Saya harus selesaikan ini. Kemarin laptop dan hapenya sudah aku sita, aku buangin semua. Jadi biar aman,” pungkasnya. (*/rud)

(sb/han/jek/JPR)

Source link