Dramatisnya, rumahnya ludes dilahap api, saat ia tinggal ke pasar malam untuk mengantar anaknya naik odong-odong.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.00, Senin (26/3) malam. Api pertama kali muncul di sebelah timur rumah korban.

Api dengan cepat membesar, sehingga warga sekitar kelabakan memadamkan api. Dua mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk memadamkan api.

Salah seorang saksi mata, Gusti Ngurah Darmawangsa menuturkan, api muncul dari salah satu kamar. Saat itu ia mendengar tetangganya berteriak menyebut ada kebakaran.

Begitu keluar rumah, ia sudah melihat api membesar. Warga sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun tak membuahkan hasil.

“Saya langsung panik karena tahu di dalam rumah itu ada anak kecil. Saya kira anak-anak itu masih di dalam rumah. Ada juga satu yang tuli-bisu.

Syukurnya mereka semua tidak ada di rumah. Saya benar-benar panik, khawatir ada korban jiwa,” kata Darmawangsa.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong.

Lantaran pemilik rumah bersama istrinya, Ketut Kariani, 26, dan dua orang anaknya, masing-masing Luh Ayu Astiti Egosari, 6, dan Ni Kadek Sulitri, 3, pergi melancong ke Lapangan Bhuana Patra.

Selain itu, Komang Widiada, 19, adik pemilik rumah yang juga tuli-bisu, kebetulan sedang tidak ada di rumah.

(rb/eps/mus/mus/JPR)

Source link