Memasuki kawasan Lumintang Denpasar kita dapat melihat booth besar bertuliskan DTIK Festival dihiasi lampu dan kain warna-warni. Deretan stand pameran teknologi informasi dan kawasan kuliner food truck Denpasar dapat dijumpai selama empat hari penuh. Apresiasi kepada insan kreatif Kota Denpasar juga diisi dalam acara pembukaan DTIK Festival. Para pemenang lomba foto dan vlog joyful Denpasar diserahkan Walikota Rai Mantra.

“DTIK Festival sebagai ajang tiap tahun agar masyarakat mengetahui perkembangan tentang masalah digitalisasi dan teknologi tepat guna, edukasi, dan kegunaan teknologi di Kota Denpasar,” ujar Rai Mantra.

Lebih lanjut dikatakan, teknologi informasi (TI) dan teknologi tepat guna dengan edukasinya dapat memudahkan masyarakat dalam beraktifitas dan pemerintah dalam memberikan pelayanan. Sehingga dalam DTIK Festival ini para insan Teknologi Informasi Denpasar memperkenalkan berbagai keunggulan teknologi yang telah dikembangkan.

Seperti teknologi Green Waste Underground atau tempat sampah yang ditanam. Hal ini menurut Rai Mantra akan telah diuji coba di beberapa TPS dan akan diuji coba juga tahun depan di Lapangan Puputan Badung. Diharapkan dari langkah ini dapat melakukan penataan pengelolaan sampah, serta diharapkan dapat lebih rapi.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Denpasar I Dewa Made Agung didampingi Ketua Panitia DTIK Festival Dewa Gede Rai mengatakan DTIK Festival tahun ini mengusung tema Think Smart. Tema ini diharapkan dapat tercipta pengguna-pengguna teknologi yang semakin cerdas. Dari Think Samrt juga diharapkan mampu menciptakan Smart People yakni orang-orang cerdas dalam pemanfaatan teknologi, sehingga mampu mengantarkan Kota Denpasar menuju Smart City yaitu kota yang cerdas dalam penggunaan teknologi. Kegiatan di DTIK Festival menyasar anak-anak sekolah, karena hal ini disadari anak-anak sekolah lebih banyak bersentuhan langsung dengan teknologi.

Sedangkan untuk peserta pameran diikuti seluruh stakeholder di bidang IT seperti perusahaan yang bergerak di bidang IT dan perguruan tinggi. Sekolah-sekolah bidang IT, relawan IT serta komunitas IT. Di samping itu peserta yang berpartisipasi meliputi siswa sekolah, universitas dan komunitas berjumlah 20 booth dengan lokasi di Jalan Mulawarman. Di samping berpameran, DTIK Festival juga menyelenggarakan kuliner dan food truck yang menyajikan masakan khas Bali menggandeng kelompok kuliner Denpasar. Workshop dan seminar juga akan diisi dalam bidang IT yang didukung penuh oleh Tim TanyaDev Bali, STD Bali, dan dari Bamboomedia dengan materi diantaranya seminar aplikasi Web ReactJS, Seminar POP UP YOUR Store dan Workshop Aplikasi Online to offline untuk hotel dan restoran. Kegiatan perlombaan diisi dengan lomba mewarnai Sekolah Dasar dan Lomba Foto Instagram.     

(bx/gus /yes/JPR)

Source link