Selain sejoli yang tak terikat pernikahan itu, satu pasangan lain yang terkena razia adalah laki-laki dengan inisial SP, 40, asal Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar dan pasangan wanitanya, K, 37 warga Blitar.

“Kedua pasangan ini kami temukan sedang berduaan di dalam kamar kos. Mereka tidak dapat menunjukkan kartu identitasnya,” kata Kapolsek Gurah AKP Suyono.

Sebelumnya, ia mengungkapkan, menerima informasi dari masyarakat. Beberapa rumah kos di Desa Wonojoyo, Gurah, ditengarai untuk tempat mesum. Karena itu, pihaknya lantas melakukan penyelidikan. Hingga kemarin, petugas melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat kos.

Operasi penyakit masyarakat (pekat) itu dimulai sekitar pukul 09.00. Tim polsek menuju satu rumah kos. Di sana mereka mengetuk pintu kamar yang dihuni penyewa kos. Selanjutnya, penghuni diminta menunjukkan kartu identitasnya. “Saat itulah anggota kami menemukan pasangan laki-laki dan perempuan dalam satu kamar,” ungkap Suyono.

Namun saat diminta kartu identitas dan menanyakan apakah sudah menikah, pasangan ini tak dapat menunjukkan. Pun mereka tidak bisa membuktikan sebagai pasangan suami istri (pasutri). Makanya, tim petugas lantas mengamankannya.

Razia kemudian dilanjutkan ke tempat kos lain. Di lokasi berikutnya, sekitar pukul 10.30 petugas polsek kembali menemukan pasangan laki-laki dan perempuan, SP dan K, yang berduaan dalam kamar. Sama halnya seperti penghuni kos sebelumnya, keduanya juga tak dapat menunjukkan kartu identitas dan surat nikah. “Setelah kami amankan, kami bawa ke kantor Kecamatan Gurah untuk pendataan,” terang Suyono.

Di sana kedua pasangan ini dimintai keterangan. Setelah itu, pihak kecamatan memberikan pembinaan. “Giat operasi pekat ini diadakan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Suyono.  

(rk/*/die/JPR)

Source link