Sebelum dikeroyok warga, Sanam terlebih dulu duel lawan Ahmad Fauzi. Dia pemilik mobil pikap bernopol N 8942 DK, yang nyaris dibawa kabur Sanam. Fauzi mengeluarkan jurus silatnya, karena Sanam terus berusaha membawa kabur pikap miliknya. Padahal, bak belakang pikap sudah dirantai di pilar rumah Fauzi. Sampai-sampai, teras rumah Fauzi ambruk.

Sanam yang seorang diri, sejak awal sudah dihajar habis-habisan oleh Fauzi. Semakin kepepet, karena warga berdatangan setelah mendengar teriakan maling. Tanpa dikomando, warga langsung menghujani tubuh Sanam dengan bogem mentah.

Beberapa warga yang emosi, sempat mengambil bensin dengan jeriken. Beruntung sebelum disiram bensin, warga lainnya melarang dan memilih menyerahkan Sanam ke polisi. Namun wajahnya, telanjur tak dikenali karena lebam yang cukup parah.

Kepada polisi, Fauzi, mendengar suara aneh di bagian depan rumahnya, sekitar pukul 01.30. Dia mengintip dari jendela rumahnya. Betapa kagetnya, karena di dalam pikap sudah ada orang tidak dikenal. “Saya melihatnya sendirian,” akunya.

Mengetahui pemilik pikap memergoki aksinya, Sanam memilih kabur dengan melompat dari jendela pikap. Dia terjatuh. Fauzi, langsung mengejarnya. Berusaha kabur, tetapi tak kuasa karena tetangga Fauzi di Dusun Teko’an, Desa Tanggul Kulon, sudah mengepung pelaku.

Fauzi dan warga yang fokus mengamankan pencuri, sampai-sampai lengah jika pikap yang hendak dicuri, mundur tanpa kendali hingga ke tengah jalan raya. Sampai-sampai, Avanza P 1583 XE warna putih yang datang dari arah timur, langsung menabrak bagian belakang pikap milik Fauzi.

Kapolsek Tanggul AKP Bambang, sementara ini masih mendalami motif dan jaringan pelaku pencurian mobil pikap yang dilakukan Sanam. Kata Bambang, Sanam masih mengaku melakukan aksinya sendirian. “Kami belum percaya begitu saja, alasan tersangka mencuri hanya karena ingin memiliki pikap seperti teman-temannya,” jelasnya.

Terlebih kata Kapolsek, dari tangan pelaku pihaknya berhasil mengamankan tiga kunci (T) yang memang biasa digunakan pencuri kawakan. Bahkan, Sanam juga mengenakan jimat yang dibungkus kain berwarna merah.

Ternyata benar. Setelah Kapolsek mencari jejak rekam kriminal, rupanya Sanam sudah dua kali masuk penjara. Pertama kasus pencurian motor. Sedangkan yang kedua, kasus penganiayaan. “Dua kasus sebelumnya sama-sama terjadi di wilayah hukum Lumajang,” ungkapnya.

Karena itu, Polsek Tanggul masih melakukan koordinasi dengan polsek samping. “Karena kalau dilihat dari barang bukti kunci (T), pelaku ini sudah berpengalaman,” katanya.

(jr/jum/ras/rul/das/JPR)

Source link