BANGIL – Pengunjung Pasar Bangil dibuat tidak nyaman, beberapa minggu terakhir. Penyebabnya, luberan air yang tak mampu ditampung drainase pasar setempat.

Luberan air kotor tersebut, menggenangi jalan. Sehingga tidak hanya memberi pemandangan yang tak nyaman. Bau tak sedap pun dengan mudah tercium.

Kondisi ini, menjadi sorotan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Rohani Siswanto. Ia menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi Pasar Bangil.

“Buktinya, drainase yang tak lagi mampu menampung air got dibiarkan. Hingga membuat jalan pasar tergenang,” kata Rohani –sapaannya-.

Padahal, kata Rohani, Pasar Bangil merupakan salah satu penyumpang PAD untuk Kabupaten Pasuruan. Ratusan juta rupiah, didapatkan dari PAD Pasar Bangil.

Seharusnya, Pemkab lebih memperhatikan sarana dan prasarana di pasar setempat. Sehingga, tidak mengganggu para pedagang maupun pengunjung pasar.

“Seharusnya, ada penanganan. Jangan hanya diambil PAD-nya, namun sarana dan prasarana di pasar setempat dibiarkan, ketika ada kerusakan,” tandas dia.

Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Edy Suwanto menguraikan, pembenahan drainase pasar setempat masih menunggu anggaran. Pihaknya bakal mengajukan ke P-APBD 2018 agar pembenahannya bisa direalisasikan.

“Tidak ada anggaran untuk rehab Pasar Bangil. Karena itu, kami akan ajukan di P-APBD,” sambungnya.

Source link