Dia menuturkan, pasal 54 menyebutkan barang siapa yang menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk  penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai  atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya, dipidana dengan pidana penjara paling  singkat setahun dan paling lama lima tahun penjara.

Atau, pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Sedangkan pasal 56 menyebutkan setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang, ini dipidana dengan pidana  penjara paling singkat setahun dan paling lama lima tahun.

Serta, pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang  seharusnya dibayar.  ‘’Jadi dakwaannya dua pasal, pasal 54 dan 56,’’ ujarnya.

Terdakwa yang tanpa didampingi pengacara itu tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan dari JPU. Sehingga, sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda keterangan saksi-saksi.

Seperti diberitakan, Mujib diamankan petugas saat berada di rumahnya. Barang buktinya, rokok merek Surya Pintar yang tidak ada pita cukai sebanyak 1.600 bungkus. Satu bungkus isinya 20 batang rokok. 

Selain itu, ditemukan rokok merek Gudang Bayam yang juga tidak ada pita cukainya sebanyak 1.600 bungkus. Satu bungkusnya, berisi 12 batang. Sesuai hasil pengembangan penyidik, juga ditemukan rokok ilegal di beberapa toko di Kecamatan Kalitengah, Karanggeneng, dan Kecamatan Dukun, Gresik.

Total rokok yang diamankan mencapai 2.664 batang.Barang bukti lainnya yang diamankan penyidik cukai di antaranya Honda Beat S 4738 LX tahun 2013, dan handphone.

Sesuai hasil penghitungan penyidik, Mujib diduga merugikan negara Rp 21,5 juta. 

(bj/yqn/msu/yan/yqn/JPR)

Source link