Kepala Bidang Statistik Neraca Wilayah dan Analisa BPS Jawa Tengah, Samiran mengatakan awal tahun ini ekspor Jateng cukup baik. Ditandai dengan peningkatan baik bila dibanding bulan sebelumnya, maupun bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. “Bila dibanding dengan Januari tahun lalu, ekspor Jateng juga meningkat sebesar 13,62 persen,” ujarnya, kemarin.

Peningkatan nilai ekspor Januari 2018 ini disebabkan oleh naiknya ekspor komoditas non migas sebesar 3,96 persen atau US$ 503,20 menjadi US$ 523,14. Sedangkan untuk komoditas migas mengalami penurunan 0,99 persen. 

Ekspor tersebut masih didominasi oleh tiga kelompok komoditas yang sama dari bulan-bulan sebelumnya. Yaitu tekstil dan barang tekstil, kemudian kayu dan barang dari kayu serta bermacam barang hasil pabrik.

Dengan nilai ekspor untuk ketiga komoditas itu masing-masing sebesar US$ 243,15 juta, US$ 84,38 juta, dan US$ 65,05 juta dengan pangsa pasar masing-masing sebesar 45,04 persen, 15,63 persen dan 12,05 persen.  “Sejauh ini pangsa pasar terbesar masih dipegang oleh Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok,” ujarnya. 

Sementara itu, untuk impor mengalami penurunan sebesar 17,00 persen bila dibanding akhir tahun lalu. Penurunan impor Januari 2018 disebabkan oleh turunnya nilai impor komoditas migas sebesar 33,94 persen dan komoditas non migas juga turun sebesar 5,72 persen. 

(sm/dna/ida/JPR)