KEDIRI KABUPATEN – Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran peserta didik baru (PPDB) SMA di Kabupaten Kediri. Namun hingga tadi malam, empat SMA belum mampu memenuhi pagu yang telah ditetapkan. Jika tak bertambah lagi, sejumlah sekolah bakal gagal penuhi jumlah peserta didik baru.

Berdasarkan pemantauan Jawa Pos Radar Kediri hingga tadi malam ada empat sekolah yang belum memenuhi total pagu. Yaitu SMAN 1 Papar, SMAN 1 Plosoklaten, SMAN 1 Purwoasri, serta SMAN 1 Wates.

Paling banyak SMAN 1 Purwoasri yaitu kekurangan 87 peserta didik, selanjutnya SMAN 1 Plosoklaten yang kekurangan 71 pesert disusul SMAN 1 Wates yang kekurangan 42 peserta didik, serta SMAN 1 Papar kekurangan 40 peserta didik.

Menurut Kasi Pendidikan SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Kediri Sidik Purnomo jumlah angka tersebut masih bisa berubah. Pasalnya penutupan PPDB jalur online (reguler) hingga hari ini (28/6) pukul 24.00 WIB. Itu menyusul setelah kemarin (27/6) diputuskan menjadi hari libur nasional. “Meski libur masih bisa mendaftar,” ungkapnya.

Dikatakan Sidik, adanya dua pilihan sekolah bagi SMA semakin memudahkan penghitungan pagu. Pasalnya ketika seorang peserta didik itu mendaftar di pilihan pertama lantas tak keterima, secara otomatis akan tersingkir. “Pagu langsung masuk di pilihan kedua,” imbuhnya.

Demikian Sidik berharap semua sekolah akan terpenuhi pagunya. Ia juga menambahkan pengumuman PPDB Online pada Jumat (29/6). Hari itu juga dilakukan daftar ulang. Adapun daftar ulangnya dilakukan hari Jumat dan Sabtu.

Salah satu siswa dari SMPN 2 Pare bernama Isrofin Martika Sari akan mendaftar di SMAN 2 Pare. Adapun Tika mengambil pin untuk daftar secara online. Ditemui Jawa Pos Radar Kediri dirinya memang sangat memfavoritkan sekolah di SMAN 2 Pare. “Tadi pas ambil PIN bawa KK asli dan nomor ujian,” ungkapnya.

Adapun PIN yang telah diberikan oleh pihak sekolah terkait itu nantinya digunakan untuk login di laman web PPDB SMA Online. Ditanya berapa nilai ujiannya, Tika menjawab malu-malu. “Sedikit, hanya 30.15, doakan semoga ketrima ya mbak,” katanya.

Sementara itu, PPDB SMP juga ditutup pada hari ini. Adapun PPDB jenjang SMP dilakukan secara offline dengan ketentuan 5% dari jumlah daya tampung. Dari jumlah 5% tersebut 3% diperuntukkan bagi mitra warga (siswa yang domisili satu desa dengan sekolah yang dituju), serta 2% bagi bina lingkung (anak kandung guru, karyawan, pengurus komite skeolah terkait). Sementara untuk PPDB online SMP akan dimulai pada Senin (2/7) hingga Rabu (4/7).

(rk/baz/die/JPR)

Source link