KEDIRI KOTA- Tekad Skuad Macan Putih Persik mengimbangi Persela Lamongan dalam Piala Indonesia Selasa (15/5) mendatang semakin besar. Setidaknya, harapan itu semakin kuat seiring kedatangan enam pemain mereka yang baru saja memperkuat Persekat Tegal.

“Ada enam pemain kami yang sudah kembali ke Persik setelah sempat dipinjamkan ke Persekat,” terang Beny Kurniawan, manajer tim.

Menurut Beny, enam pemain itu dipinjamkan dengan alasan kuat. Yaitu memberi minute play. Sebab, bila tidak, mereka hanya akan terpaku dengan latihan saja. Secara fisik dan mental, hal itu kurang bagus untuk persiapan menghadapi Piala Indonesia.

“Kami berada di Liga 3 nasional yang kompetisinya belum dimulai. Nah, para pemain itu akhirnya dipinjamkan ke Persikat yang justru sudah mulai berkompetisi karena merupakan tim Liga 3 regional Jateng,” terangnya.

Berbeda dengan Liga 3 nasional, tim-tim yang masuk regional memang sudah bergulir kompetisinya. Sedangkan Persik menunggu siapa yang lolos dari babak regional tersebut. Karena itu, Persik hanya bisa berlatih atau beruji coba saja. Situasi itu tentu tak terlalu bagus pada kondisi pemain. Akhirnya, pilihan terbaik adalah meminjamkan para pemain intinya.

“Setidaknya agar mereka tetap merasakan situasi persaingan dalam kompetisi,” imbuhnya.

Enam pemain yang dipinjamkan ke Persikat itu adalah Risna, Alfian, Yusuf, Adi Eko, Eka Sama Adi, dan Septian Bagaskara. Keenamnya adalah pemain pilar di skuad Persik saat berlaga di Liga 2 musim lalu. Keenamnya dipinjamkan sejak Februari lalu. “Masa peminjamannya berakhir 8 Mei lalu,” terang Beny.

Terkait dengan pertemuan melawan Persela, Beny mengakui memang berat. Sebab, kedua tim berbeda kasta yang sangat jauh. Persik di Liga 3 sementara Persela bermain di Liga 1.

Di kedua level kompetisi itu, regulasi tim dan pemain juga berbeda. Khususnya soal batasan umur. Karena profesional, Liga 1 punya aturan menggunakan pemain asing. “Pemain Persela terdiri dari pemain senior dan pemain asing. Sedangkan kami merupakan tim yang menggunakan pemain U-23. Hanya ada tiga pemain senior di tim kami,” ungkapnya.

Hal itu terkait dengan regulasi dari PSSI. Untuk Liga 3 memang lebih menekankan pada pembinaan. Pemainnya dibatasi U-23. Yang digabung dengan tiga pemain senior.

Walaupun demikian, Beny tetap yakin timnya bakal memberi perlawanan ketat. Bahkan, bukan tidak mungkin skuad Macan Putih bisa memetik kemenangan. Karena hasil pertandingan ditentukan oleh permainan selama 90 menit di lapangan.

“Motivasi kami sangat besar. Apalagi pertandingan ini berlangsung di Stadion Brawijaya, kandang kami,” suluk Beny.

Dalam Piala Indonesia, peluang terjadinya kejutan sangat besar. Tim-tim kecil sering merepotkan tim besar. Contoh terbaru adalah saat pembukaan Piala Indonesia beberapa waktu lalu. Saat itu, raksasa Liga 1 Madura United justru kesulitan ketika menghadapi tim kecil seperti Persibo Bojonegoro. Kondisi itulah yang diharapkan bakal diperagakan oleh anak-anak Macan Putih. Setidaknya, Persik masih memiliki nama besar. Khususnya ketika bermain di kandang. (fud)

(rk/*/die/JPR)

Source link