Dalam sambutannya Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang digagas para pemuda Kota Ukir itu patutu dicontoh oleh komunitas lain. Pasalnya kegiatan tersebut tidak hanya acara musik dan bazar. Tetapi ada sisi sosial yang dimunculkan dalam acara itu. “Kreatif bisa menggelar acara seperti ini. Bahkan ada keuntungan bazar yang akan didonasika kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Beberapa stan bazar yang dibuka menjelang berbuka puasa menjadi daya tarik pengunjung. Mulai dari makanan hingga pakaian. Pakaian yang dijual di bazar tersebut beragam. Di antaranya baju muslim, kain tenun Troso, dan berbagai produk lainnya. Pengunjung juga dihibur dengan lantunan lagu-lagu religi yang diiringi musik akustik.

Salah satu penggagas acara dari Komunitas Jepara Baru, Andre mengungkapkan acara tersebut digelar untuk memberikan nuansa berbeda suasana Ramadan di Kota Ukir. Selain bazar produk tenun Jepara, juga digelar fashion show busana muslim, dan talk show. “Kami datangkan tokoh-tokoh inspiratif untuk mengisi talkshow,” ujarnya.

Pada hari kedua, talk show diisi oleh Resti Ananta tentang enterpreuner muda. Sedangkan pada hari terakhir hadir Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi dan Kapolres Jepara AKBP Yudhianto Adi Nugroho. Keduanya menyampaikan ajakan kepada generasi muda Jepara untuk menjadi generasi yang berkarya.  “Menjelang pilkada dan isu radikalisme akhir-akhir ini perlu mendatangkan pemimpin daerah dan pihak kepolisian. Pemuda memiliki peran penting dalam membangun kondusivitas daerah,” paparnya.

Dari acara tersebut keuntungan bazar disisihkan lima persen untuk kegiatan sosial. Rencannya pada 11 Juli mendatang aka nada santunan anak yatim di Desa Bulungan , Pakis Aji. ‘Kegiatan tidak berhenti si situ. Jepara Baru akan membuat kegiatan-kegiatan sosial unutk memnwri wadah kepada kaum muda untuk berkegiatan yang positif,” tandasnya.

(ks/war/zen/top/JPR)