SURABAYA – PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (Perseroan) fokus menggarap pasar ekspor. Tahun ini, ditargetkan adanya peningkatan penjualan ekspor mencapai 20-30 persen. Direktur Utama Perseroan Alim Markus mengatakan, pihaknya berhasil meningkatkan penjualan selama tahun 2017 sebesar 41,6 persen dan meraih laba bersih lebih dari 100 persen dibanding tahun 2016. Menurutnya, hal tersebut ditopang oleh adanya kenaikan penjualan ekspor terutama penjualan ke pasar Amerika Serikat.

Alim Markus menyebut, selama ini pasar Indonesia berkontribusi terhadap penjualan perseroan sebesar 21 persen dan sisanya berasal dari ekspor dengan tujuan utama negara Amerika Serikat. “Adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang membuat China yang tidak bisa melakukan ekspor ke Amerika juga merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan produksi alumunium untuk meningkatkan ekspor,” terangnya usai Rapat Umum Pemegang Saham PT Alumindo Light Metal Industry Tbk di Surabaya, Jumat (29/6).

Alim Markus menyebut, setelah tantangan krisis komoditas global di tahun 2016, tantangan baru juga mewarnai tahun 2018 dengan dikeluarkannya kebijakan Presidential Proclamation Section 232, yaitu kebijakan bea masuk tambahan dari Amerika Serikat sebesar 10 persen terhadap produk aluminium. Namun menurutnya, hal tersebut  justru menjadi momentum pemulihan bagi Perseroan.

Pihaknya menyebutkan jika kualitas dan kehandalan produk Perseroan di pasar Amerika Serikat dikenal baik, sehingga permintaan produk Perseroan bahkan semakin meningkat untuk menggantikan produk-produk dari China di Amerika Serikat.

“Pencapaian ini diharapkan akan terus naik di tahun ini karena adanya kerja sama penjualan dengan pembeli terbesar dari Amerika Serikat sejak tahun 2017. Dan telah membuahkan hasil terhadap kinerja Perseroan. Selain itu juga memberikan stabilitas dalam perencanaan kinerja Perusahaan,” terangnya.

Alim Markus menambahkan, kerjasama yang baik dan menguntungkan bagi Perseroan tersebut akan dilanjutkan sampai dengan Januari 2020. Pihaknya berharap kerjasama tersebut akan tetap berlangsung karena dapat memberi peluang untuk kerjasama yang lebih besar bagi Perseroan.

Selain itu, saat ini Perseroan juga bekerja sama dengan para pemain domestik lain dalam Asosiasi Produsen Aluminium Ekstrusi, Sheet dan Foil (Apralex. Sh & F) untuk mendapatkan proteksi terhadap produk aluminium foil di pasar domestik.

Menurutnya, hal ini dilakukan karena serangan dari produk impor sejenis yang dijual dengan harga yang tidak wajar di Indonesia.  “Selau itu, di pasar mancanegara kinerja juga akan lebih bagus karena di sana menggunakan sistem tender yang  berarti tidak dapat dimonopoli. Dan kami juga membantu Pemerintah Indonesia yang saat ini sedang menggalakkan untuk meningkatkan ekspor, sehingga dapat membantu meningkatkan ekspor,” imbuhya. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)