BANYUWANGI – Akhir tahun ini PBSI Banyuwangi kembali menggelar Kejuaraan Kabupaten Bulu Tangkis untuk jenjang pra usia dini, usia dini, hingga remaja. Agenda ini menjadi yang ketiga bagi PBSI setelah sebelumnya juga menggelar Kejurkab di Banyuwangi dan Cluring.

Ketua PBSI Banyuwangi, Mujiono mengatakan, cabornya sengaja menggelar Kejurkab lebih banyak daripada cabor lainya agar skill para atlet tetap terjaga. Karena menurutnya standar evaluasi atlet harus dilakukan minimal empat bulan sekali. Karena itu Kejurkab yang digelar di gedung Graha Bakti Genteng pada 14-16 Desember besok ini diselenggarakan untuk kelompok umur pembinaan.

Yaitu mulai pra usia dini (di bawah 8 tahun) sampai remaja (16 tahun). Kelompok umur ini menurutnya juga masuk di dua edisi Kejurkab sebelumnya saat digelar di Banyuwangi dan Cluring. “Target kita memang untuk pembinaan. Jadi atlet-atlet yang masuk usia pembinaan ini memiliki wadah untuk berkompetisi. Biasanya kita gelar Kejurkab dua kali, tapi tahun ini kita gelar tiga kali. Kita juga sedang menyeleksi atlet yang siap turun di Jatim Junior Master tahun depan,” tegas Mujiono.

Dari pendaftaran sementara, Mujiono menambahkan ada sekitar 228 atlet yang akan bertanding di Kejurkan PBSI kali ini. Jumlah ini memang lebih sedikit dari Kejurkab yang digelar di Banyuwangi. namun dia membandingkan bahwa Kejurkab yang digelar di Banyuwangi diikuti kelas umum dan Veteran. Sehingga jumlahnya mencapai lebih dari 300 peserta.

“Khusus yang Cluring dan Genteng memang untuk kelompok umur pembinaan. Dari data yang masuk, peserta paling banyak ada di kelompok usia dini dan pra usia dini. Jumlahnya ada 50an. Ini berarti pembinaan kita benar-benar berjalan,” terang Kepala DPU Bina Marga Banyuwangi itu.

Terkait untuk atlet yang akan diturunkan para Jatim Junior Master tahun depan, Muji menjelaskan jika quotanya sekitar 16 atlet. Dengan rincian 4 orang di masing-masing kelompok usia mulai dari usia dini. “Karena itu kejurkab kita gelar tiga kali. Jadi kita lebih detil dalam mendapatkan atlet yang siap untuk bertanding. karena bisa jadi selama rentang waktu ada penurunan skill pemain,” pungkasnya.

Source link