Ketua YBM PLN Area Kudus Handhi Purna Nugraha menyampaikan, program Lapak Berkah tersebut diberikan dalam bentuk gerobak dan uang tunai untuk modal. ”Program ini bertujuan memberikan modal kepada kaum duafa para pelaku usaha mikro di Kudus. Selain pemberian gerobak dan uang tunai, penerima juga diberi pelatihan dan pendampingan oleh IZI. Jadi, mereka bisa menjalankan dan mengembangkan usahanya,” katanya.

Lapak Berkah merupakan program kedua YBM. Sebelumnya, YBM telah sukses melaksanakan program bantuan beasiswa. Program tersebut diberikan kepada 29 siswa muslim yang memiliki keterbatasan ekonomi. ”Program pertama kami sudah dilaksanakan bulan lalu. Bulan ini kami laksanakan program kedua, yakni Lapak Berkah. Program berikutnya, kami canangkan bantuan kesehatan dan pembagian sembako di wilayah Bangsri. Serta program pemberdayaan mualaf di Rahtawu,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan program ini, pihaknya ingin memberdayakan ekonomi warga. Dari YBM PLN Area Kudus tak ingin sekadar memberi ikan. Tapi juga kail. Tujuannya, masyarakat bisa bertahan dengan memanfaatkan kail tersebut untuk mencari ikan. ”Sebagaimana visi YBM, penerima bantuan ini diharapkan dapat mandiri, sehingga tak lagi menjadi mustahiq, tapi bisa menjadi muzzaki,” imbuhnya.

Salah satu penerima bantuan, Sumiati merasa senang. Dengan bantuan itu, dia berharap ekonomi keluarganya bisa terbantu. ”Modal dan gerobak ini akan saya gunakan berjualan bubur centil dan nasi bakar. Semoga berkah,” katanya. (daf)

(ks/lil/top/JPR)