Ganjar pun menyempatkan berbincang dengan perajin cangkang kulit telur bernama Heri Sutrisno. Ternyata Heri merupakan nasabah Mitra Jateng 25 milik Bank Jateng. Program kredit bunga ringan yang digagas Ganjar. 

“Nah, berarti soal modal sudah tak ada masalah ya. Dengan dapat pinjaman modal, semoga juga bisa nambah omzet,” ujarnya. 

Bukan hanya terkesan dengan hasil lukisan yang memang menarik dan detail. Gubernur berambut putih ini juga terkesan dengan cara perajin itu mendapatkan limbah cangkang telur.

“Ya dapat dari ibu-ibu rumah tangga, dari penjual nasi goreng dan dari pembuat kue pak,” ungkap Heri saat ditanya Ganjar. 

“Wah la enak, kok bahannya gratis semua, dijualnya gratis juga? Tapi buat saya nggak usah gratis, tak bayar nggak usah kuatir,” kelakar Ganjar yang disambut tawa riuh hadirin.

Heri sendiri mengatakan, proses pembuatannya butuh ketelatenan sehingga beberapa karya dijual dengan harga lumayan tinggi. Tak hanya itu, ia juga mengklaim bahwa hasil karyanya berasal dari bahan yang ramah lingkungan.

Selain lukisan, Heri juga menghasilkan karya lain seperti tempat koran atau majalah, tempat tisu, celengan dan karya lainnya. Kerajinan itu dijual dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Pada kunjungannya ke Purworejo, Ganjar juga mengunjungi sejumlah pondok pesantren untuk memberikan bantuan dan bersilaturahmi. Antara lain ke Roudlothul Athfal di Desa Brunorejo Kecamatan Bruno dan Pondok Pesantren Al Iman di Desa Bulus Kecamatan Gebang.

Selain itu Ganjar juga menyempatkan diri mampir rumah keluarga besar dan ke makam kedua orang tuanya di Kutoarjo Purworejo.

(rs/bay/bay/JPR)