Amir Faruk, guru SDN Labuhan III, mengatakan, ruangan kelas banyak yang retak. Dari kelas I, II, III, dan IV. Kondisi kerusakan bangunan terparah ada di kelas IV. Karena khawatir, pihak sekolah memindah siswa ke rumah warga.

”Saya khawatir jika nanti roboh bisa menimpa siswa. Makanya, semua murid dipindah ke luar untuk bisa tetap belajar,” katanya Kamis (16/11).

Amir menjelaskan, kerusakan bangunan sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Menurut dia, pada bulan-bulan itu ada alokasi dana untuk rehab dan perbaikan. Namun, belum ada perhatian dari dinas pendidikan (disdik). ”Kami berharap Disdik Sampang tidak mengutamakan perbaikan di wilayah kota. Siswa di pedesaan juga mempunyai hak yang sama untuk bisa belajar dengan nyaman,” imbuhnya.

Kepala Disdik Sampang Jupri Riyadi belum bisa menjelaskan secara detail kerusakan gedung SDN Labuhan III. Pihaknya menyarankan untuk konfirmasi ke Kabid Perencanaan Rojiun. Apakah tahun mendatang sudah direncanakan atau sudah terdeteksi kerusakan sekolah tersebut.

Kabid Perencanaan Disdik Sampang Rojiun mengaku tidak mengetahui sekolah di bawah naungannya rusak parah. Menurut dia, jika memang ada gedung sekolah segera diajukan dengan membuat laporan. 

”Makanya, segera laporkan, supaya bisa dianggarkan untuk dilakukan perbaikan. Tapi tidak bisa tahun 2018, melainkan tahun 2019 mendatang,” tandasnya.

(mr/rul/luq/bas/JPR)

Source link