SALING MEMAAFKAN: Bupati dan wakil bupati bersalaman dengan tamu yang datang ke pendopo.
(HABIBUL ADNAN/JPRS)

SITUBONDO – Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang diselenggarakan Pemkab Situbondo dimulai pada Kamis Malam (15/06) lalu dengan takbir bersama. Keesokan harinya, dilanjutkan dengan salat id di Masjid Jami’ Al-Abror. Setelah itu, bupati menggelar open house.

Takbir bersama yang diadakan di Alun-alun Kota itu dipimpin Sekda Situbondo, Syaifullah. Tampak hadir Ketua MUI Situbondo, KH. Syaiful Muhyi, sejumlah Kepala OPD, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Kota Santri.

SUNGKEM: Bupati H Dadang Wigiarto dan Wabup Yoyok Mulyadi menerima masyarakat yg hadir dalam acara open house.
(HABIBUL ADNAN/JPRS)

Sebelum pelaksanaan takbir dimulai, Sekda Syaifullah menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba patrol. Peng­hargaan diberikan kepada juara I,II, dan III serta juara harapan I, II dan harapan III. Selanjutnya, Sekda mem­berangkatkan peserta takbir keliling.

Dalam kesempatan itu, Syaifullah meminta kepada peserta takbir keliling untuk tetap tertib, dan tidak meng­ganggu arus lalu lintas. “Jangan kita nodai bulan suci ramdan dengan tin­dakan-tindakan yang tidak terpuji,” pesannya saat itu.

HARI KEMANANGAN: Bupati Dadang memberikan sambutan sebelum salat id dimulai, Jumat lalu.

HARI KEMANANGAN: Bupati Dadang memberikan sambutan sebelum salat id dimulai, Jumat lalu.
(HABIBUL ADNAN/JPRS)

Pemkab Situbondo menggelar salat di Masjid Jami’ Al-Abror. Dalam ke­sempatan itu, hadir Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, bersama Wakil Bupati, Yoyok Mulyadi.

Sebelum Salat Id dimulai, Bupati Dadang berpesan kepada seluruh jamaah untuk tetap menjaga kon­du­sifitas daerah. Terlebih lagi, saat ini marak aksi-aksi terorisme, aliran radikalisme, hingga kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

SAMBUT IDUL FITRI: Sekda menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba patrol di malam takbir bersama.

SAMBUT IDUL FITRI: Sekda menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba patrol di malam takbir bersama.
(HABIBUL ADNAN/JPRS)

“Alhamdulillah, walaupun keadaan yang begitu genting, namun Kabupaten Situbondo tetap kondusif, aman, damai dan sejahtera. Ini harus kita jaga ber­sama-sama,” ujar bupati dua periode itu.

Salah satu hal yang membuat Si­tubondo tetap aman adalah, hubungan baik antara ulama dengan pemerintah. Dengan bimbingan ulama, umara’ tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan bimbi­ngan ulama, kita semua dapat menuju kebaikan yang abadi, dunia sampai akhirat,” ujarnya.

(bw/jpr/rbs/JPR)

Source link