BELAKANGAN hadir sebuah pandangan umum yang selalu menggelitik bahwa nilai-nilai patriotik dan nasionalisme telah hilang dan luntur dari generasi muda yang akrab disebut sebagai generasi millennial. Sebuah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980-an hingga 2000. Bertumbuh di era pergantian abad menjadikan anak-anak muda tersebut mengalami sebuah transformasi gaya hidup yang drastis, terutama sejak dikenalnya pemanfaatan teknologi.

Pemerhati Entrepreneurship Banyuwangi Sonny Agus Setiawan mengatakan, mereka yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi digital yang cukup pesat, naluri digitalisasi seakan sudah tertanam sejak dalam kandungan. Tidak heran, generasi milenial merupakan generasi paling cepat belajar dan beradaptasi terhadap hampir segala bentuk inovasi teknologi digital.

Bukan lantaran cemas terhadap tingkat kecerdasan atau kemelekan mereka menghadapi inovasi teknologi digital. Namun, sorot tajam mata yang jauh menatap masa depan menjadikan generasi milenial harus tetap mengingat sejarah masa lalu. “Perjuangan yang begitu panjang dengan begitu banyaknya korban, baik nyawa maupun harta yang tidak ternilai harus tetap terpaku dalam dada generasi milenial,” kata Tim relawan Joko Widodo ini.

”Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang begitu pesat, potensi degradasi akan nilai-nilai budaya, adat, serta kebiasaan gotong royong saling membantu di kehidupan sosial masyarakat Indonesia kian mencuat. Dan ini jangan sampai terjadi, maka salah satu benteng adalah mengingat perjuangan masa lalu dalam mencapai kemerdekaan dan saat ini generasi milenial harus berjuang dalam koridor memajukan bangsa,” kata Sonny.

Lantas, bagaimana peran negara sebenarnya? Indonesia telah merdeka sejak 72 tahun lalu. Pada saat itu, para pendiri bangsa ini mempunyai cita-cita agar warga negaranya sejahtera, mandiri, dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Presiden Joko Widodo mengajak semua kalangan untuk bersiap menghadapi perubahan karena generasi Y atau generasi milenial itulah yang nanti mempengaruhi pasar, ekonomi, dan politik. Generasi milenial juga punya banyak keunggulan dibandingkan generasi sebelumnya. Sangat berbeda dengan generasi dahulu, baik dari segi semangat, motivasi, pekerjaan dan idealisme.

Sonny mengatakan, kepedulian pemerintahan Joko Widodo dalam membangun karakter pemuda bisa dirasakan. Salah satunya adalag infrastruktur kepemudaan di Indonesia yang berupa Pusat Pelatihan Pemuda; yang berfungsi sebagai tempat anak muda meningkatkan skill dan kompetensi mereka dengan kapasitas mencapai 3.000 pemuda/tahun dan program Pondok Pemuda yang berfungsi sebagai pusat kegiatan kepemudaan yang mengarah pada penguatan karakter dan mental pemuda dengan kapasitas mencapai 10.000 pemuda/tahun. “Ini adalah salah satu bentuk kepedulian Presiden Joko Widodo dalam menyambut generasi milenial,” ujar Sonny.

Generasi milenial, ini tambah Sonny, memiliki ciri khas anak muda yang aktif dan menyukai tantangan dalam mewujudkan mimpinya, mereka bekerja bukan hanya untuk mencari uang, namun proses belajar untuk mencari pengetahuan, pengalaman, relasi dan kesempatan. Generasi milenial selalu mencari hal-hal yang disukainya (passion) dan berani beda dengan orang lain.

Terkait hal tersebut, sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita bersama membangun bangsa ini secara bergotong-royong untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Kita tidak boleh tinggal diam dan hanya bisa teriak-teriak di media sosial, saling menjatuhkan sesama anak bangsa yang memecah rasa persatuan dan kesatuan.

Saatnya kita membangun bangsa ini kembali dengan semangat gotong royong, ciptakan peluang usaha dan membantu pemerintah menyelesaikan masalah negara ini.

Sebagai anak bangsa kita harus dapat membangun negeri ini maju dalam semua hal dan banyak cara tentunya untuk mencapainya, salah satunya dengan cara membangun gerakan kewirausahaan sosial atau lebih trennya social entrepreneurship yang mempunyai ide dasar untuk menuntaskan problem sosial secara berkelanjutan dengan cara bisnis. “Semangat juang yang sudah ditinggalkan para pejuang dan pahlawan bisa diteruskan generasi milenial saat ini. Eranya berbeda, cara berjuang juga beda. Saat ini yang kita lakukan yakni tetap bekerja keras, bersatu untuk negara kita tercinta Indonesia.

Source link