Akibat tabrakan itu, Rudy Yuwana, 34, warga Jalan Lebak Jaya 2 Tengah Utara 78-A yang menderita luka di kepala, dan istrinya menderita tulang retak. Korban Ferry Setiawan, 40, warga Jalan Sidotopo Wetan BR I, mengalami luka ringan. Satu korban lagi enggan didata.

Setelah menabrak tiga sepeda motor, polisi mengamankan George Gilberth Thie. Setelah diperiksa intensif, pemuda asal Jalan Nikolas Kabes, Kecamayan Kaiman Papua Barat  atau yang indekos di Jalan Kahuripan tersebut ditetapkan sebagai tersangka. Mahasiswa semester I itu ditetapkan tersangka lantaran terbukti lalai saat mengemudi hingga mengakibatkan pengguna jalan luka-luka. 

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal menjelaskan setelah diamankan, George diperiksa di Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya. Selain meminta keterangan, polisi  memeriksa adanya dugaan pemakaian narkoba dan alkohol yang dikonsumsi pengemudi Mitsubishi Outlander bernopol L 1929 HL. 

“Untuk penggunaan narkoba hasilnya negatif. Namun untuk alkohol kami masih belum bisa memastikan karena masih dalam proses pemeriksaan,” ungkap Kombespol Iqbal, Kamis (9/11). 

Iqbal juga menjelaskan, meski yang ditabrak mobil George terdapat tiga motor, namun satu pengendara motor tak mau jika kasus kecelakaan yang menimpanya ditangani polisi. “Sehingga ada dua sepeda motor dengan jumlah tiga penumpang yang mengalami luka-luka,” jelasnya. 

Korbannya, satu pengendara motor Yamaha Vixion dengan nopol L 5533 TE yakni Ferry Setiawan mengalami lecet. Kemudian untuk pengendara motor matic T 2301 WW yakni Rudy Yuawana menderita luka lecet. Namun, kondisi istrinya yang ia bonceng mengalami luka cukup serius. 

“Berdasarkan informasi yang  kami peroleh, ada keretakan tulang yang dialami oleh korban (istri Rudy,red). Namun kami masih menunggu hasil rontgen dari rumah sakit,” tandasnya. 

Ketika diperiksa polisi, George mengaku saat itu dia berangkat dari kos menuju ke kampus.  Sebab dia ada kuliah pagi. Menurutnya ia  mengemudikan mobil dengan kecepatan 40 km per jam. Hanya saja ketika melintas di lokasi, dia tiba-tiba melamun. “Saya tidak bermain HP, tetapi saya melamun saja,” terangnya. 

George melamun lantaran banyak tugas kuliah yang belum ia kerjakan. Apalagi dia masih semester satu. Dia mengatakan, sudah sejak umur 16 tahun mengemudikan mobil dan baru kali ini dia mengalami kecelakaan. “Baru pertama kali ini. Saya juga sudah memiliki izin mengemudi. Sekali lagi saya melamun,”terangnya.

George juga meminta maaf atas kelalaian yang ia perbuat hingga mengakibatkan pengendara lain celaka. “Saya siap bertanggung jawab atas apa yang sudah saya lakukan,” jelasnya.

Polisi akan terus mendalami keterangan George untuk mengetahui penyebab kecelakaan dan mengukur kecepatan laju mobil yang dikemudikan oleh George. (sar/yua/no)   

(sb/sar/yua/jek/JPR)

Source link