Seperti diungkapkan Plt Kepada BPBD Jember Widi Prasetya, semua Tim SAR gabungan bersama personel TNI dan Polri, baru mulai pukul 15.00 bisa bergerak melakukan penyelamatan. Mereka harus berhati-hati, karena dikhawatirkan gas beracun masih bahaya di dalam lubang gua. 

Sehingga kata Widi, pihaknya baru berani turun melakukan evakuasi, setelah peralatan keamanan Tim SAR tiba di lokasi gua, baru mereka turun mengevakuasi dengan cepat.

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol (Inf) Rudiyanto memimpin langsung proses evakuasi. Bahkan, dia sendiri yang masuk ke dalam lubang gua. Setelah itu, Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto, ikut masuk ke dalam gua menemani Dandim Rudianto.

Kata Rudianto, lokasi di dalam gowa cukup menyulitkan tim evakuasi. Sebab, ada beberapa titik lorong hanya bisa dimasuki seukuran tubuh orang dewasa. Sedangkan ke dalamnya, mencapai sekitar 18 meter.

Selain sempitnya lorong di dalam gua, tim mengalami kesulitan lain, karena di dalam gua cukup licin. Maklum guanya berair. “Mereka berempat sudah tergeletak. Tapi ada satu orang yang masih hidup,” ungkapnya. 

Sebenarnya kata Rudianto, dia memprioritaskan korban yang masih hidup. Namun karena terkendala posisi tubuh korban, akhirnya dia harus mengeluarkan dua mayat secara bergantian. Setelah itu, korban Fredy dievakuasi dan sempat diberi nafas buatan. 

Korban Fredy, kemudian dipasang saluran oksigen. Tim medis yang sudah siaga di luar gua, langsung memberikan pertolongan pertama. Setelah itu, dia ditandu ke bawah gunung seperti korban lainnya. “Dia langsung dilarikan ke RS dr Soebandi,” tuturnya. 

Bukan hanya medan di dalam gua yang menyulitkan petugas. Proses evakuasi dari atas bukit ke perkampungan penduduk, juga tak kalah menyulitkan petugas. Bahkan, beberapa mereka terpleset jalan yang licin karena gerimis. 

Tepat pukul 17.25, keempat korban semuanya terevakuasi. Sedangkan petugas kepolisian yang masih di TKP, langsung menutup lobang gua. 

Kapolsek Mumbulsari, AKP Heri Supadmo, menyampaikan informasi dari empat korban lainnya yang selamat, awalnya hanya satu orang yang lemas di dalam gua. Kemudian, sejumlah temannya di luar gua, bermaksud memberi pertolongan.

Namun naas, satu-persatu orang yang masuk ke dalam lubang, tak bisa keluar karena ikutan lemas. Sampai akhirnya, keempat teman lainnya di luar gua, memutuskan turun gunung meminta pertolongan ke polisi.

Sementara ini polisi menduga korban kekurangan oksigen dan bisa juga karena keracunan asap mesin. Karena di dalam gua, polisi menemukan mesin semacam penyedot air. Namun, dugaan sementara itu belum tentu benar, karena polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. 

(jr/rul/jum/ras/das/JPR)

Source link