General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta Agus Pandu Purnama menyatakan, tindakan clear area dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan penerbangan.  “Mengingat adanya hujan abu vulkanik akibat erupsi freatik Merapi yang mengarah ke selatan barat daya hingga lingkungan sekitar bandara,” jelasnya.

Adapun beberapa pesawat yang harus holding on ground terdiri atas penerbangan bernomor SLK 151 JOG-SIN;  XN 830 JOG-PNK;  JT 276 JOG-PKU;  IN 080 JOG-PLM;  QG 783 JOG-HLP; IW 1844 JOG-SUB;  JT 522 JOG-BDJ; dan SJ 231 JOG-CGK. Sedangkan pesawat return to based adalah Batik Air ID 7531 HLP-JOG.  Sementara jadwal penerbangan yang dibatalkan terdiri atas 16 flight Air Asia dan 12 flight Garuda Indonesia. Pada pukul 14.17 seluruh jadwal penerbangan dinyatakan kembali normal melalui NOTAM B3568/18. “Pesawat holding on groud telah berangkat seluruhnya,” jelas Agus.

Sementar itu, erupsi freatik Merapi memantik aksi sekumpulan pemuda. Mereka membagikan masker kain gratis bagi pengguna jalan di dua lokasi. Seperti dilakukan Bakir Prayitno. Koordinator Reaksi Siap Bencana Community (RSBC) itu menyasar pengendara sepeda motor, pesepeda, dan pejalan kaki di pertigaan Jalan Prof Dr Sardjito, Terban dan perempatan Jetis. “Kebetulan dekat pos kami,” ungkapnya.

Tim RSBC sebenarnya bersiap berangkat menuju lereng Merapi sejak pukul 08.00. Terjadinya hujan abu vulkanik di wilayah Kota Jogja mengurungkan niat mereka. “Kami pilih bagi-bagi masker lebih dulu. tak kurang 25 kotak habis hanya dalam tempo 45 menit,” katanya.

Jumlah masker yang dibagikan tak cukup. Bakir mengaku kesulitan mendapatkan masker tambahan karena ketersediaan di apotek cukup terbatas.

Aksi bagi-bagi masker juga dilakukan banyak elemen masyarakat. Beberapa driver Go-Jek juga melakukannya. Pun demikian perseorangan. Banyuaji, pemilik usaha peralatan medis juga menghabiskan 10 kotak masker untuk dibagikan kepada pengendara motor di Jalan C.Simanjuntak.

(rj/dwi/ong/ong/JPR)

Source link