Muhammad, 34, warga Desa/Kecamatan Pasongsongan mengungkapkan, pemerintah lambat dalam menangani kerusakan fasilitas umum. Jembatan yang ambruk tersebut merupakan jembatan penghubung satu-satunya bagi sejumlah desa di Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Pasean, Pamekasan. ”Sejak awal tahun lalu mobil sudah tidak bisa melintas di jembatan ini,” katanya Kamis (16/11).

Menurut dia, akibat jembatan tersebut rusak dan tak bisa digunakan. Warga yang akan mengangkut hasil pertanian untuk dijual ke pasar harus memutar sejauh lima kilometer. Dengan begitu, dia mengaku kecewa kepada pemerintah yang tak segera memperbaiki jembatan tersebut.

”Jika disuruh memilih antara jalan dan jembatan, masyarakat pasti memilih jembatan terlebih dahulu untuk diperbaiki karena itu sangat penting,” ujarnya.

Kades Pasongsongan Rasid Busanto mengaku sudah beberapa kali melaporkan kepada pemerintah di tingkat kecamatan dan kabupaten mengenai kerusakan jembatan. Akan tetapi, sampai sekarang memang belum diperbaiki. ”Sudah kami laporkan. Tapi, belum ada tindak lanjut sampai sekarang. Nanti saya tembusi lagi,” singkatnya.

Camat Pasongsongan Zulkarnain berjanji akan segera mengirimkan tembusan kembali mengenai perbaikan jembatan yang ambruk tersebut. Perbaikan jembatan itu akan diupayakan maksimal pada tahun depan. ”Pasti kami upayakan,” janjinya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

Source link