Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan intervensi terhadap harga dua komoditi tersebut, terutama daging ayam ras. Bersama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, operasi pasar dilakukan untuk stabilisasi harga daging ayam ras. “Operasi pasar mandiri digelar sejak pukul 06.00 – 11.00. Dalam operasi pasar tersebut, kami menyediakan daging ayam dengan harga Rp 30 ribu per ekor,” ujar Wiwiek, Selasa (12/6).

Setidaknya dua titik dibidik oleh Pemkot Surabaya dalam menggelar operasi pasar, yakni Pasar Wonokromo dan Pasar Tambak Rejo. Kedua pasar itu dipilih karena dianggap sebagai pasar induk, dimana jika harga daging ayam ras bisa ditekan dari sana. Bukan tidak mungkin di tempat lain dapat stabil. “Harga daging ayam yang dijual pada operasi pasar mandiri jauh lebih murah dari pasaran,” jelasnya.

Menurutnya, kualitas daging ayam ras yang dijual pada operasi pasar mandiri sama dengan yang dijual di pasar-pasar tradisional. Ayam ras yang dijual pada operasi pasar mandiri, terjamin halal dan secara higienis juga terjamin kebersihannya. “Silahkan manfaatkan dengan baik kesempatan ini, untuk memenuhi kebutuhan daging ayam,” ujar mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya ini.

Sementara mengenai harga daging sapi, Wiwiek memastikan bahwa tidak ada kenaikan. Begitu juga dengan harga bahan pokok yang lain. Dia menuturkan, harga kebutuhan pokok dan daging lainnya masih terpantau dalam kondisi normal. “Untuk harga daging sapi saat ini masih terpantau normal. Selain itu, untuk suplai daging sapi per hari selama kebutuhan lebaran masih tercukupi,” ungkapnya.

Wiwiek juga menuturkan, pihaknya setiap hari selalu melakukan pengecekan kondisi harga di pasaran, termasuk harga daging ayam yang mulai merangkak naik. Makanya, operasi pasar mandiri ini diharapkan mampu menstabilkan kembali harga daging ayam. “Jadi ini adalah alternatif pilihan untuk menstabilkan harga daging ayam,” imbuhnya.

Wiwiek menambahkan, dengan adanya operasi pasar ini, tidak ada lagi pedagang yang memanfaatkan kenaikan harga, khususnya daging ayam. Sehingga harga komoditi di Surabaya, terutama daging ayam bisa kembali stabil. “Kami berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan moment ini dengan baik,” pungkasnya. (bae/nur)

(sb/bae/jek/JPR)