Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Harry Patriantono mengatakan, Ngopi Bareng Bupati akan menjadi pembuka acara. Semangatnya adalah terus menghidupkan kopi Bondowoso yang memiliki khas spesialti. “Kopi Arabika Java Ijen Raung Bondowoso akan menjadi suguhan spesial dalam pembuka Harjabo ke-199,” jelasnya.

Ngopi bareng itu akan dilakukan bersama komunitas pemuda yang menggelar Kampung kopi. Tentunya tidak hanya bupati saja yang bisa menikmati kopi, namun masyarakat luas bisa menikmati kopi khas Bondowoso. “Seperti biasa, di acara kampung kopi yang didirikan di Alun-Alun RBA Ki Ronggo,” ujarnya.

Selain kopi, akan ada pameran UMKM. Ini untuk terus merangsang tumbuh kembangnya UMKM di Bondowoso. Khususnya bagi para kaum muda. Sebab geliat UMKM menjadi salah satu pendorong hidupnya ekonomi di suatu daerah. 

Dijelaskannya, harapannya adanya pergelaran Harjabo ke-199 ini bisa menjadi pemantik pariwisata. Sebab ada beberapa suguhan khas setiap tahunnya. Seperti Bondowoso Culture Night Carnival yang dibungkus dengan pawai budaya. Sebanyak 23 kecamatan, akan menampilkan ragam budaya yang dimiliki. “Mereka akan membuat pertunjukkan dengan tema Traveler The Highland Paradise,” tegasnya.

Seluruh rangkaian itu, kata Harry, akan digelar selama empat hari. Tepat Senin 9 Juli, akan dilakukan Kirab Budaya Harjabo 199 dan ziarah makam Ki Ronggo. Selanjutnya malam harinya akan ditutup dengan Drama Kolosal Babad Bondowoso. “Ada Singo Ulung dan Tari Ojung Kolosal,” paparnya.

Perlu diketahui, Harjabo merupakan perayaan syukur atas Hari Jadi Bondowoso. Hari Jadi Bondowoso sendiri dimulai pada 25 Syawal 1234 H atau 17 Agustus 1819 M. Dan pemerintah merayakan Harjabo mengikuti kalender Hijriah yang diambil pada 25 Syawal. 

(jr/hud/aro/das/JPR)

Source link