Rohman menjelaskan, pihaknya masih belum mengetahui hasil pemeriksaan kesehatan tersebut. Sebab, hasil kesehatan masih di RS Dr. Soetomo Surabaya.

KPUK baru akan mengambilnya kemarin. ”Besok (hari ini) akan kami umumkan,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan kesehatan tersebut sangat mempengaruhi apakah paslon akan ditetapkan atau tidak.

Jika hasil pemeriksaan kesehatan, ada salah satu paslon yang dinyatakan tidak layak karena kondisi kesehatan yang buruk, maka bisa diberhentikan.

Parpol koalisi yang mengusungnya bisa melakukan pergantian calon yang dinyatakan gugur itu. ”Yang menggantinya parpol,” jelasnya.

Calon juga bisa dinyatakan gugur jika positif mengonsumsi narkoba. Bahkan, akan langsung gugur saat terindikasi positif. ”Kalau narkoba pasti gugur,” jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan empat paslon pilbup Bojonegoro dilaksanakan di RS Dr. Soetomo.

Sesuai aturannya pemeriksaan kesehatan harus dilakukan di RS tipe A yang 

terakreditasi, di Bojonegoro masih belum ada. Sehingga, pemeriksaan kesehatan paslon dilakukan di Surabaya.

”Sebagian besar paslon di Jatim juga dilakukan di Surabaya,” jelasnya.

Selain penyampaian hasil tes kesehatan, KPUK juga akan menyampaikan hasil penelitian berkas paslon hari ini.

Dia sedikit memberikan keterangan mengenai hasil penelitian berkas.

”Mayoritas masih belum melengkapi LHKPN (laporan hasil kekayaan penyelenggara negara) dari KPK. Ada tapi belum lengkap,” jelasnya.

Paslon Basuki-Pudji Dewanto mengatakan, pemeriksaan kesehatan berlangsung lancar. Tidak ada kendala serius dalam pemeriksaan itu.

”Baik pemeriksaan kesehatan maupun psikologi semuanya lancar,” jelas Basuki.

Pemeriksaan tersebut berlangsung sekitar 8 jam. Basuki yakin hasil pemeriksaan kesehatannya baik.

Sebab, dia selama ini tidak mengalami masalah kesehatan.

Empat paslon menjalani pemeriksaan kesehatan selama dua hari di Surabaya.

Yaitu, pada hari Kamis dan Jumat lalu.

(bj/cho/zim/nas/bet/JPR)

Source link