Komisioner KPU Junaidi menuturkan, berdasarkan jadwal masa pengumuman bisa dilaksanakan pada 15-16 Januari. Namun berdasarkan kesepakatan KPU, pengumuman dilaksanakan pada 16 Januari. “Pemberitahuan pengumuman tes kesehatan itu diumumkan melalui website KPU RI, karena masuk pada sistem informasi calon,” terangnya. 

Dijelaskan, pengumuman itu via online. Sementara dari hasil proses pemeriksaan kesehatan RS Saiful Anwar diberikan kepada tiga pihak. Yakni, ke KPU Bondowoso, LO masing-masing paslon, dan untuk IDI, IMSI di Bondowoso. Sehingga saat pengumuman itu, LO dari masing-masing calon tidak perlu ke KPU.

Mengenai proses tes kesehatan di RS Saiful Anwar, Malang, seluruh komisioner melakukan pendampingan. Berdasarkan pantauannya, proses itu dilakoni masing-masing calon dengan lancar. Untuk pasangan calon Ahmad Dhafir-Hidayat melakukan tes pada 10 dan 11 Januari, sedangkan pasangan calon Salwa Arifin-Irwan Bachtiar pada 11-12 Januari. Dalam tes kesehatan itu, ada tes darah, tes fisik dengan treadmill serta tes psikologi. 

Sementara Saifullah, salah seorang komisioner lainnya mengaku sempat ada yang bertanya tentang proses tes kesehatan. Yakni teknis bagaimana jika ada calon yang tidak lolos dalam tes kesehatan. Jika ada yang tidak lolos, misalnya, bukan lantas paslon itu gagal. Sebab partai pengusung bisa melakukan pergantian bakal calon. “Jadi pergantian itu dilakukan pada masa perbaikan, jadi ada waktu tiga hari pada 20, 21, 22 Januari,” ungkapnya. 

Namun pihaknya optimistis seluruh calon yang akan berkontestasi dalam Pilkada 2018 berhasil melalui tes kesehatan. Sebab pantauannya seluruhnya berjalan lancar.

(jr/hud/sh/das/JPR)

Source link