Mulai dari pemetaan kebutuhan perangkat di masing-masing desa hingga proses seleksi.

Di antara persiapan tersebut, yang paling mendapat perhatian serius adalah pembuatan soal dan koreksi lembar jawaban ujian.

Pasalnya, dua tahapan ini sangat rawan ‘’dimainkan’’ pihak-pihak yang berkepentingan. Terlebih, dalam koreksi jawaban.

Bupati Fathul Huda menegaskan, pelaksanaan seleksi calon perangkat desa bakal digelar secara fair play.

Tanpa ada kecurangan. Untuk itu, proses koreksi pun dilaksanakan di tempat ujian dan disaksikan langsung peserta. 

‘’Kita ingin semua berjalan transparan. Sampai koreksi pun dilaksanakan di tempat tes (di kecamatan masing-masing, Red).

Secara terbuka,’’ tegas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana (DPMDKB) Tuban Mahmudi kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (3/10).

Bahkan, lanjut dia, selama berlangsung koreksi, tulisan identitas masing-masing peserta juga ditutup.

Dengan demikian, anggota tim tidak mengetahui identitas lembar jawaban yang dikoreksi. Tidak hanya itu. Proses koreksi dilakukan hingga dua kali dan dengan sistem silang.

Artinya, satu lembar jawaban dikoreksi dua korektor. ‘’Bolpoin yang digunakan untuk mengerjakan dan koreksi juga beda,’’ tegas pejabat berkacamata ini sekaligus memastikan pelaksanaan koreksi yang sangat transparan dan sistem yang sangat ketat. Harapannya, tidak ada cela untuk melakukan kecurangan.

Bagaimana dengan kemananan soal ujian, sehingga dipastikan tidak ada kebocoran soal? Mahmudi menyampaikan, tidak hanya proses koreksi yang berlangsung transparan.

Tapi, juga keamanan soal. Mulai dari proses pembuatan soal hingga pendistribusian di masing-masing kecamatan.

Dia menegaskan, ada jaminan keamanan dalam proses ini. Baik saat proses pembuatan soal maupun pendistribusiannya.

Proses pembuatan soal, misalnya, bakal diterapkan sistem karantina bagi anggota tim. Lokasinya, di suatu tempat.

Sebelum bertugas, mereka disumpah. Dan, para anggota tim pembuat soal ini baru bisa ‘’bebas’’ dari karantina setelah soal sampai di kecamatan masing-masing, tempat ujian perangkat desa berlangsung.

‘’Semua ini (proses pembuatan soal , Red) kita lakukan agar tidak ada celah kebocoran soal,’’ tuturnya.

Bupati Fathul Huda menambahkan, dirinya menjamin proses seleksi perangkat desa berlangsung fair play. Tanpa ada kecurangan.

Karena itu, dia meminta kepada semua calon peserta yang hendak mengikuti seleksi perangkat desa bisa menyiapkan diri mulai sekarang.

Sekadar diketahui, proses seleksi perangkat desa di Tuban sekarang ini baru menuntaskan penataan sekretaris desa (sekdes) pegawai negeri sipil (PNS).

Sekdes PNS yang tidak dikehendaki kembali ke desa oleh kepala desa (kades) bakal ditarik ke pemkab. Dengan begitu, kekosongan jabatan sekdes bakal diisi melalui seleksi perangkat desa.

(bj/ds/tok/bet/JPR)

Source link